Mempertanyakan Keabsahan Milan di Athena

Mempertanyakan Keabsahan Milan di Athena

- Sepakbola
Senin, 21 Mei 2007 14:23 WIB
Mempertanyakan Keabsahan Milan di Athena
Jakarta - AC Milan akan merengkuh gelarnya yang ketujuh bila mampu menundukkan Liverpool. Jika itu terjadi, Rossoneri mungkin menjadi klub dengan peruntungan terbesar.Inti masalahnya sebenarnya sudah muncul sejak awal musim ini. Kasus calciopoli yang didalangi Luciano Moggi menyeret nama Milan bersama Juventus, Lazio dan Reggina ke muka hukum.Saat itu Rossonerri sempat kehilangan tiket berlaga di Liga Champions setelah FIGC mengetuk palu hukuman dengan pengurangan 44 poin. Jumlah 88 angka yang dikumpulkan Paolo Maldini cs musim itu menyusut menjadi 44 yang membuat mereka turun enam anak tangga ke posisi delapan.Kalau kemudian I Diavolo Rosso bisa kembali berlaga di Liga Champions meski harus memulai langkah dari kualifikasi ketiga, itu karena upaya banding yang beberapa kali mereka ajukan akhirnya diterima FIGC. Di musim itu poin Milan akhirnya cuma dipangkas 30 yang membuat posisi tiga klasemen menjadi hak mereka.Berhak atau tidaknya Milan berlaga di Liga Champions memang sempat dipermasalahkan beberapa klub Eropa dan lokal yang kehilangan kesempatan mengisi pos tersebut. Mereka beralasan klub yang telah melanggar nilai sportivitas tak seharusnya bisa berlaga di kompetisi papan atas semacam Liga Champions.Tapi sekali lagi Milan diuntungkan. Otoritas sepakbola yang saat itu dipimpin Lennart Johansson memberi lampu hijau buat pengoleksi enam gelar juara Liga Champions itu.Kala itu beberapa klub yang masih tak puas menggelontorkan isu akan adanya campur tangan G-14 dalam keputusan tersebut. Tapi UEFA dengan tegas membantah semua itu."Sederhana saja. Komite eksekutif kami hanya menjalankan yang seharusnya setelah hukuman dijatuhkan, (saat itu) banyak sekali terjadi banding," ungkap Kepala Komunikasi UEFA, William Gaillard, seperti diberitakan Guardian.Saat itu UEFA memang belum memiliki hak untuk mendepak klub dari kompetisi yang mereka gelar. Namun pasca kongres di Dusseldorf, Januari lalu, asosiasi yang kini dipimpin Michael Platini itu berhak mencoret klub jika dirasa menyalahi aturan. Tapi tetap saja itu tak berlaku surut untuk Milan.Apapun alasannya, Milan kini sedang dalam perjalanan menuju Athena untuk menjalani final Liga Champions ke-11 sepanjang sejarah klub tersebut. Dan jika berhasil membayar dendam pada Liverpool gelar ketujuh akan menjadi milik klub Silvio Berlusconi itu.Di sisi lain, Milan yang dalam posisi tertekan justru mampu menampakkan keuletan mereka sekaligus menjaga nama besar mereka. Meski tersendat di awal kompetisi, perlahan tapi pasti jalan menuju final ditapaki. Dan melihat apa yang pasukan Carlo Ancelotti peragakan saat menghentikan Manchester United di semifinal lalu, sulit rasanya menolak Milan tampil di Olympic Stadium, Athena, Kamis (24/5/2007) mendatang."Kami lebih kuat dari kecemburuan, kami lebih kuat dari nasib sial dan lebih kuat dari ketidakadilan," seru Berlusconi. (din/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads