Pippo Pahlawan, Inzaghi 'Perampok'
Kamis, 24 Mei 2007 10:30 WIB
Jakarta - Buat AC Milan, Filippo Inzaghi jelas pahlawan yang wajib dielu-elukan. Tapi untuk fans Liverpool -- dan orang Inggris -- Super Pippo tak lain adalah perampok.Bukan hanya fans Liverpool saja yang kecewa dengan kekalahan 1-2 atas AC Milan di final Liga Champions, Kamis (24/5/2007) dinihari tadi. Publik Inggris yang hingga semifinal lalu masih punya tiga wakil juga merasakan kekecewaan yang tak kalah besar.Tapi di samping hasil akhir yang tak berpihak pada mereka, hal lain yang sangat disesali adalah gol pertama yang bersarang ke gawang Pepe Reina di penghujung babak pertama. Gol yang diawali tendangan bebas Andrea Pirlo dan berbelok ke gawang setelah membentur Inzaghi itu dianggap kontroversial."Perampokan dengan Lengan". Begitu headline harian Inggris The Sun yang menganggap gol pertama Milan itu harusnya dianulir lantaran Pippo dianggap melakukan handsball.Daily Mirror juga menurunkan berita utama yang tak jauh beda. "Dirampok Oleh Tangan Zag (Inzaghi)", begitu judul utama yang mereka sandingkan dengan foto berukuran besar saat Inzaghi menyentuh bola untuk mencetak gol pertamanya.Judul yang dipilih The Daily Telegraph agak berbeda dan tak langsung menunjuk gol di penghujung babak pertama itu. Namun dalam berita utamanya yang berjudul "Tragedi Yunani untuk Liverpool" disinggung pula gol pembuka jalan Rossoneri menuju gelar ketujuhnya itu."Perjuangan Liverpool di Liga Champions berakhir di lengan, tulang kurus lengan atas Filippo Inzaghi menghadirkan kepahitan yang sangat untuk Inggris," begitu bunyi salah satu alineanya."Protes" media-media Inggris itu justru bertolak belakang dengan sikap skuad The Kop. Soalnya sesaat setelah gol tersebut sama sekali tak ada protes dilayangkan ke arah wasit Herbert Fandel. Pasca pertandingan Rafael Benitez dan Steven Gerrard cuma mengeluarkan komentar kalau gol tersebut cuma kebetulan. "Gol pertama mereka lebih pada keberuntungan dan itu memberi pengaruh besar pada mereka semua. Jadi lebih sulit dari sebelumnya," sahut Gerrard tanpa menyinggung soal handsball. (din/a2s)











































