Fans Liverpool Merana
Kamis, 24 Mei 2007 17:00 WIB
Athena - Tak cuma menelan pil pahit menyusul kekalahan timnya atas AC Milan 1-2, ribuan fans Liverpool juga babak belur dipukuli petugas keamanan di Olympic Stadium. Mereka diduga tidak memegang tiket resmi. "Saya terkena gas air mata dan pukulan di belakang kepala dari polisi," sebut Kenny Roberts (19). "Saya telah mengeluarkan uang yang sangat besar untuk tiket itu. Saya ini pemegang tiket musiman, dan ini benar-benar memalukan," demikian kesaksian pemuda asal Liverpool itu seperti dikutip Sportinglife.Fans lain mengatakan bahwa polisi melarang mereka masuk karena stadion sudah penuh. Itu diduga bisa terjadi karena ada fans yang lolos dengan tiket yang justru tidak resmi. "Ini benar-benar menyebalkan. Stadion penuh karena mereka membiarkan orang dengan tiket palsu masuk, sementara fans betulan ada di luar sini," keluh Steve, 21. Sekitar 2.000 fans Liverpool tertahan di luar stadion karena polisi mencegah mereka masuk. Bentrok tak terhindarkan setelah fans yang merasa memiliki tiket "memaksa" masuk stadion. Menurut kedutaan besar Inggris, enam fans ditahan karena berbagai insiden.Sementara menanggapi kekacauan distribusi tiket yang diterima oleh para fans Liverpool, Direktur Komunikasi UEFA William Gaillard justru beranggapan kalau kekacauan tersebut terjadi karena ulah para fans sendiri. Sebagai buktinya, tidak ada fans Milan yang mengalami hal seperti fans Liverpool."Itu (Olympic Stadium) merupakan stadion yang sangat layak karena pernah menggelar (final) Euro 2004 dan tempat digelarnya seluruh pertandingan tim nasional Yunani. Sayang, di Inggris sikap para fansnya begitu," sebut Gaillard. "Para fans Liverpool adalah pihak yang bertanggung jawab atas masalah yang terjadi sebelum, selama, dan sesudah pertandingan. Mereka mencoba melewati penghalang dan masuk ke stadion tanpa tiket, yang adalah sikap yang tak bisa kami tolerir. Para fans Milan tidak mendapatkan masalah yang sama karena mereka tidak berlaku seperti mereka (fans Liverpool)," tukasnya.Untung, kekacauan yang terjadi di luar stadion, tidak berpengaruh terhadap jalannya pertandingan dan perayaan Milan. Rossoneri memenangkan gelar ketujuhnya setelah mengalahkan Liverpool 2-1. (mel/a2s)











































