Menggelorakan GBK di Laga Final

Piala Asia

Menggelorakan GBK di Laga Final

- Sepakbola
Selasa, 24 Jul 2007 11:06 WIB
Menggelorakan GBK di Laga Final
Jakarta - Yang paling ditunggu dari sebuah kompetisi adalah laga final. Tapi meredupnya gelora dan semarak Piala Asia 2007 membuat Gelora Bung Karno, Minggu (29/7/2007) mendatang dikhawatirkan sepi pengunjung.Pasca tersingkirnya tim Merah Putih, hingar-bingar kejuaraan sepakbola nomor satu di benua kuning itu juga ikut meredup di tanah air -- utamanya di Jakarta. Kompleks GBK yang sepekan sebelumnya ramai dengan suporter dengan segala aktivitasnya, kini kembali ke kondisi aslinya, padahal gelaran besar bernama Piala Asia 2007 masih berlangsung di sana.Sepinya penonton yang menyaksikan langsung laga Arab Saudi versus Usbekistan di babak perempatfinal, yang cuma 12 ribu, menjadi indikator hal tersebut. Bandingkan dengan tiga laga Indonesia di Grup D. Sebanyak 65 ribu orang datang ke Senayan saat Bambang Pamungkas cs menundukkan Bahrain 2-1. Jumlah tersebut bertambah lima ribu saat Indonesia ditantang Arab Saudi. Pada laga penentuan nasib menghadapi Korea Selatan, jumlahnya kembali melonjak menjadi 87 ribu penonton. Tiket sold out. Tapi fenomena seperti itu tak hanya terjadi di Jakarta. Beberapa kota lain yang menjadi tuan rumah Piala Asia mengalami nasib serupa. Lihat saja National Stadium Bukit Jalil di Kuala Lumpur yang cuma diisi 11 ribu penonton saat dua tim besar Iran dan Korsel berhadapan. Sebanyak 22 ribu orang memadati My Dinh National Stadium, Sabtu (21/7/2007) lalu, tapi jumlah tersebut masih bisa dibilang minim mengingat itu merupakan "final dini" antara Jepang dengan Australia.Tak mengherankan kalau panitia lokal Piala Asia di Indonesia yang kebetulan mendapat kehormatan menggelar laga final khawatir partai puncak hari Minggu (29/7/2007) mendatang bakal sepi pengunjung. Soalnya kebijakan untuk mengkorting harga tiket untuk laga perempatfinal antara Arab kontra Uzbekistan saja tidak membawa pengaruh besar pada minat datang publik sepakbola Jakarta.Hingga kini Panitia Lokal Indonesia juga belum menemukan jurus yang tepat untuk memikat gila bola Jakarta menyaksikan laga bersejarah antara dua tim elit Asia yang belum tentu bisa disaksikan 10 tahun sekali itu.Seperti diungkapkan Ketua Panitia Lokal Indonesia, Nugraha Besoes, keberadaan Jepang dan Korsel di GBK Minggu mendatang bisa mendongkrak jumlah penonton hingga 50 ribu. Tapi panitia tentu tak bisa sekedar berharap pada hasil laga semifinal yang baru akan berlangsung Rabu (25/7/2007) besok.Pemotongan tiket seperti yang terjadi di babak perempatfinal lalu bisa menjadi opsi yang paling masuk akal meski kemarin terbukti kurang sukses. Soalnya Nugraha justru menepis kemungkinan mengadopsi cara Vietnam dan Thailand yang memberi tiket gratis bagi pelajarnya, biaya yang besar karena harus menyediakan transportasi jadi alasan Kang Nug.Sayang sekali memang kalau sebuah partai final sebuah event sebesar Piala Asia sampai sepi peminat. Apalagi Jakarta terhitung jarang ketiban rejeki jadi tuan rumah event besar berskala internasional. Jadi saat dua negara terkuat Asia bertarung memperebutkan status terbaik, laga yang tersaji dipastikan menjadi tontonan memikat yang terlalu bersejarah untuk dilewatkan. (din/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads