Menanti "Perang Teluk" di Jakarta

Final Piala Asia

Menanti "Perang Teluk" di Jakarta

- Sepakbola
Kamis, 26 Jul 2007 10:36 WIB
Menanti Perang Teluk di Jakarta
Jakarta - Perang sesama Asia Timur di final Piala Asia 2007 tidak terjadi. Yang tersulut adalah "Perang Teluk" di Jakarta, yang mempertemukan dua tim Timur Tengah, Arab Saudi dan Irak.Juara bertahan Jepang dan Korea Selatan ternyata hanya sanggup bertahan di babak semifinal. Meskipun sejak awal turnamen paling diunggulkan, namun mereka tak berhasil mengatasi anak-anak Padang Pasir.Jepang menyerah 2-3 dari Arab, Korea ditekuk Irak lewat adu penalti. Maka Jepang & Korea cuma menjadi kontestan di Palembang untuk memperebutkan juara tiga, sedangkan Arab dan Irak tampil di Jakarta pada 29 Juli guna memburu titel.Arab gemilang saat menundukkan Jepang, Rabu (25/7/2007), sekaligus mengakhiri mimpi buruk mereka terhadap "Samurai Biru". Jepang-lah yang membuyarkan ambisi The Green Falcons mencetak hat-trick juara di final 1992, setelah memenangi Piala Asia 1984 dan 1988.Arab masuk final lagi di tahun 1996 dan keluar sebagai juara setelah mengalahkan Uni Emirat Arab. Namun empat tahun kemudian lagi-lagi Jepang yang menghadang mereka. Di partai pamungkas -- setelah kalah 1-4 di putaran grup -- Talal al Meshal dkk menyerah 0-1 dari Naohiro Takahara cs.Sementara itu Irak tak kalah perkasa saat menyingkirkan para "Ksatria taeguk". Tidak gentar menghadapi nama besar Korea di level internasional, Younis Mahmoud dkk menghempaskan Lee Chun-soo cs lewat drama adu penalti. Di tingkat Asia Irak sebenarnya tergolong kuat, paling tidak di kelas dua. Dalam tiga Piala Asia sebelumnya mereka selalu menembus babak perempatfinal, tapi baru tahun ini mengukir rekor masuk final.Di Asian Games tahun lalu tim asuhan Jorvan Vieira ini meraih medali perak. Sebelum tampil di Piala Asia, Irak menduduki posisi kedua di kejuaraan antarnegara Asia Barat. Pada pertandingan final di Amman, Yordania, 24 Juni, mereka kalah dari tetangganya Iran 1-2. Irak juga tercatat sebagai juara empat kali Piala Teluk (1964, 1966, 1985, 1988). Pertemuan Arab Saudi versus Irak di Jakarta nanti seperti "Perang Teluk" karena keduanya berasal dari kawasan yang sama, sekaligus menandai bahwa tahun ini mereka lebih baik dari kawasan lain di benua Asia. Secara geografis, kultur, dan agama, Arab Saudi dan Irak amat dekat, tapi tidak di garis politik. Arab selama ini dikenal dekat dengan Amerika Serikat, sedangkan Irak adalah salah satu musuh besar Negara Adidaya itu. Meski demikian mereka dipastikan bertarung bukan atas kepentingan politik, syukur-syukur bisa menciptakan kedamainan (sesaat), sebagaimana diharapkan kubu Irak, yang masih saja dilanda kemelut politik dalam negeri. "Perang Teluk" yang satu ini adalah demi prestasi dan prestise di dunia olahraga (sepakbola). Dan Jakarta akan menjadi "fasilitator" pertarungan tersebut.Nantikan mereka. (a2s/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads