Laga final yang mempertemukan Irak dan Arab Saudi disebut-sebut kurang memiliki daya tarik. Tapi saat sejarah akan terukir di Jakarta, hal itu terlalu sayang untuk dilewatkan.
Setidaknya demikian untuk Dwi. Pria berusia 40 tahun yang bekerja di Bank BNI Jakarta itu mengaku antusias untuk menonton partai tersebut di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) hari Minggu (29/7/2007) nanti.
Ia pun telah membeli tiket kelas II seharga Rp 250 ribu, dan ingin menjadi bagian dari sejarah itu bersama tiga rekannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dwi menambahkan, final Piala Asia seperti big match liga-liga Eropa. "Kalau yang main bagus, mendingan nonton langsung daripada cuma di televisi."
Semangat menonton final Piala Asia juga diungkapkan Nate Myer, seorang warga negara Amerika Serikat yang telah tujuh tahun bekerja di Bank Dunia perwakilan Jakarta. "Kenapa nonton? Ini 'kan final!" tukasnya.
Ia mengaku selalu menonton tiga pertandingan Indonesia di Grup D di Senayan dan amat menyukai gaya suporter di sini.
"Penonton Indonesia membuat saya semangat untuk nonton lagi. Jarang saya melihat suporter seperti di sini," ujarnya dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih tapi agak terbata-bata melafalkannya.
Nate telah membeli dua tiket pertandingan final seharga Rp 250 ribu dan ia akan datang bersama pacarnya.
Saat ditanya tim favoritnya, Nate menjawab, "Irak. Mereka main bagus, layak juara. Anda lihat sendiri tadi malam. Mereka main semangat sekali melawan tim sebesar Korsel."
Β
Β
Foto: Nate Myer, warga AS yang langganan menonton Piala Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. (Detiksport/Yanuar Firdaus)











































