Finalis 2007 Bermasalah

Jelang Liga Champions

Finalis 2007 Bermasalah

- Sepakbola
Selasa, 23 Okt 2007 09:00 WIB
Finalis 2007 Bermasalah
Jakarta - Jika kemenangan jarang dipetik klub seperti AC Milan dan Liverpool dari banyak pertandingan terakhirnya, maka publik akan melihat mereka sedang mengalami masalah.Milan tentu saja. Dari enam laga terakhirnya pasukan Carlo Ancelotti hanya menang satu kali, tapi kalah tiga kali termasuk dari Empoli pada lanjutan kompetisi Seri A akhir pekan lalu.Kekalahan tersebut malah cukup miris karena terjadi untuk kali pertama di musim ini di San Siro. Padahal sebelum itupun rekor kandang mereka buruk: belum pernah menang di level kompetisi domestik.Ganjaran dari semua itu adalah Milan tercantum di bagian tengah tabel klasemen, menghuni peringkat 11 dengan jarak 10 poin dari pimpinan sementara yang juga rival kotanya, Inter.Di Liga Champions pun kondisinya setali tiga uang. Dimulai dengan kemenangan 2-1 atas Benfica, Milan dalam posisi "nol-nol" setelah ditekuk Celtics 1-2 di Glasgow. Dengan grafik seperti itu fans barangkali sulit memperkirakan hasil lawatan mereka ke Ukraina, saat menghadapi Shakhtar Donetsk, pada matchday 3, Kamis (25/10/2007) dinihari WIB."Kalau disebut 'kacau balau' (oleh media-media Italia), tidaklah tepat. Saya pikir istilah krisis lebih akurat," begitu wakil presiden Milan Adriano Galliani mengakui kondisi timnya yang sedang bermasalah."Ini sungguh masa yang sangat sulit, tapi kami takkan mendramatisir. Kami akan kembali bangkit, sebagaimana selalu kami lakukan." Sementara itu Liverpool, tim yang dikalahkan Milan di final Liga Champions musim lalu, juga tidak memperlihatkan keadaan yang mencerahkan harapan suporternya. Menghadapi Besiktas besok malam The Reds berbekal hanya satu poin dari dua pertandingan sebelumnya.Total, dari delapan partai terakhirnya anak-anak Merseyside hanya menang satu kali. Itupun baru datang tiga hari lalu, lewat proses yang kontroversial pula. Mereka unggul 2-1 atas Everton berkat dua gol penalti Dirk Kuyt, melawan tim yang berakhir dengan sembilan orang, serta diuntungkan oleh beberapa keputusan wasit.Dalam laga tersebut sempat terkesan sebuah masalah lain ketika Steven Gerrard tampak kecewa saat ditarik keluar di babak kedua. Pelatih Rafael Benitez pun mengakui bahwa kaptennya itu merasa tidak puas.Sedikit friksi ini dikatakan Benitez sudah terselesaikan karena pada dasarnya pemain yang bertanggung jawab adalah pemain yang akan melakukan apapun demi kepentingan dan kebaikan tim. "Jika Anda seorang manajer, Anda harus membuat keputusan-keputusan, tidak cuma memikirkannya," begitu prinsip dia. "Anda harus memikirkan bagaimana caranya menang. Buat saya setiap pemain adalah sama ketika Anda mencoba memenangi sebuah pertandingan."Benitez boleh saja mampu meredam ego Gerard, tapi ia tentu menyadari pula bahwa manajer adalah otak permainan sebuah tim, yang untuk klub seperti Liverpool kemenangan berkesinambungan adalah hal yang sepantasnya. (a2s/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads