Timnas Brasil Suram Setelah Ditinggal Generasi Emas

Timnas Brasil Suram Setelah Ditinggal Generasi Emas

Afif Farhan - Sepakbola
Jumat, 10 Apr 2026 14:40 WIB
17 Jul 1994:  Romario of Brazil holds the trophy aloft after the World Cup final against Italy at the Rose Bowl in Los Angeles, California, USA. Brazil won the match 3-2 on penalties.  Mandatory Credit: Simon  Bruty/Allsport
Romario saat menangi Piala Dunia 1994 (Foto: Simon Bruty/Allsport)
Jakarta -

Setelah era generasi emas Ronaldo dan Ronaldinho, Timnas Brasil suram. Tim Samba tergantung pada Neymar, tiada pemain-pemain top lainnya.

Hal itu disampaikan legenda Timnas Brasil, Romario. Pemenang Piala Dunia 1994 dan dua kali Copa America itu mengerenyitkan dahi lihat Tim Samba saat ini.

"Secara teknis, Brasil benar-benar mengalami penurunan. Sejak generasi Ronaldo, Ronaldinho, dan Rivaldo, segalanya menjadi sulit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian kami menjadi bergantung pada satu pemain, Neymar," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Piala Dunia 2002 jadi terakhir kali Timnas Brasil sabet gelar juara. Setelahnya, Brasil sulit tembus ke babak puncak.

Romario menilai, banyak pemain muda Brasil yang terburu-buru melancong ke tanah Eropa. Tak sedikit berakhir di klub-klub kecil, yang akhirnya mereka kesulitan mengembangkan diri dan tidak antusias untuk merumput.

"Banyak pemain muda kami pergi ke Eropa terlalu dini dan bermain di klub-klub kecil. Itu membuat mereka kehilangan jati dirinya," ungkapnya.

Namun Romario yakin, Timnas Brasil akan terus melahirkan talenta-talenta baru. Maka kini, PR besar timnasnya adalah mencari sosok-sosok Neymar baru.

"Brasil bisa menjadi juara berkat sejarah mereka dan pengalaman. Setidaknya di Piala Dunia nanti, Neymar harus kembali ke performa terbaiknya," tutup Romario yang punya 55 gol di Tim Samba.

(aff/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads