Hari Paling Menyedihkan Buat McClaren (dan Orang Inggris)

Hari Paling Menyedihkan Buat McClaren (dan Orang Inggris)

- Sepakbola
Kamis, 22 Nov 2007 22:34 WIB
Hari Paling Menyedihkan Buat McClaren (dan Orang Inggris)
London - Titik puncak dalam karir Steve McClaren telah terlewati dan kini ia akan memulainya lagi dari titik yang lain. Hari ini dirasakan pria 46 tahun itu sebagai hari paling menyedihkan dalam karirnya.

McClaren telah dipecat dari jabatannya sebagai pelatih tim nasional Inggris setelah gagal mengantarkan tim tersebut ke putaran final Euro 2008. Di laga terakhir, walaupun hanya butuh seri, Steven Gerrard dkk ditekuk Kroasia 3-2 di Wembley.

McClaren diberhentikan oleh otoritas yang mengangkatnya 18 bulan silam, yakni Football Association (FA), setelah menolak mundur, kendati merasa bertanggung jawab penuh atas kegagalan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"18 bulan yang lalu saya pernah mengatakan, adalah hari yang paling membanggakan dalam karir saya ketika mengambil alih pekerjaan ini (melatih timnas). Hari ini adalah yang paling menyedihkan," demikian tutur McClaren.

Pria yang mulai dikenal saat menjadi asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United itu menukangi pasukan "Tiga Singa" usai Piala Dunia 2006. Ia menggantikan Sven Goran Eriksson, yang juga ia dampingi sambil bekerja sebagai manajer Middlesbrough.

Sejak awal penunjukannya banyak kalangan yang pesimistis. Ia dinilai tak punya kemampuan teknis sehandal dua atasannya itu. Di mata banyak pemain ia juga dinilai tidak punya karisma yang mumpuni.

Kecuali Manchester United, dalam karirnya McClaren bahkan tidak pernah terlibat di klub elit. Semasa menjadi pemain -- berposisi gelandang --, ia hanya memperkuat klub-klub medioker dan gurem seperti Hull City, Cerby County, Lincoln City, Bristol City, dan Oxford United.

Setelah mengawali karirnya di dunia kepelatihan di Old Trafford, McClaren memulai kiprahnya sebagai manajer penuh pada 2001 di Riverside Stadium. Selama lima musim membesut Middlesbrough, prestasi terbaik hanya titel Piala Liga Inggris 2004. Adapun posisi tertinggi yang ia antarkan buat The Boro adalah finis di tempat ketujuh di musim 2004/2005.

Selama menjadi pimpinan timnas Inggris McLaren melakoni total 18 pertandingan. Hasilnya? Ia hanya memenangi setengahnya alias sembilan, sedangkan lima lainnya seri dan empat sisanya kalah.

Kekalahan paling menyakitkan tentu saja dari Kroasia Kamis (22/11/2007) dinihari tadi. Tidak saja menyakitkan buat dirinya, tapi juga dipastikan untuk semua orang Inggris karena baru kali itu negara yang mengklaim sebagai penemu sepakbola itu gagal mengikuti turnamen besar, setelah tidak lolos kualifikasi Piala Dunia 1994.

"Ini sebuah kekecewaan yang amat besar," aku McClaren dalam jumpa pers terakhirnya di bawah bendera The Three Lions. "Saya merasa telah meruntuhkan fans dan negeri ini. Tadinya saya sungguh merasa siap, tapi ternyata tidak bisa. Sedih rasanya."

(a2s/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads