Kedua negara tersebut menjadi "bintang" publikasi media massa sejak Kroasia menundukkan Inggris di Wembley di pertandingan terakhir babak kualifikasi Euro 2008 Grup E hari Rabu lalu.
Kroasia, meskipun sudah dipastikan lolos ke putaran final, menang 3-2 dan membuat Inggris tersingkir. Salah satu efeknya, pelatih Steve McClaren langsung dipecat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua orang di Kroasia mengatakan 'sodorkan Inggris lagi pada kami'. Tapi saya ingin menghindari Inggris. Ini undian yang sangat berat karena sejauh ini mereka tim terbaik dari pot kedua," ujarnya.
"Hanya Inggris tim yang ingin saya hindari. Kami tidak takut, tapi mereka punya tim yang hebat dan pemain-pemain yang brilian," sambung Bilic seperti dikutip AFP.
Sementara dari kubu Inggris, ketua FA Brian Barwick tidak melontarkan pernyataan yang eksplisit seperti perasaan Bilic.
"Kami harus bertanding lagi melawan Kroasia dua kali dan kami tahu apa yang harus dilakukan...Tapi akan banyak perjalanan di grup ini untuk semua tim yang terlibat. Akan ada sebuah godaan untuk berkonsentrasi hanya pada dua tim, tapi kami punya banyak pekerjaan," tuturnya.
Akan tetapi, menurut penilaian presiden Federasi Sepakbola Italia Giancarlo Abete, kubu Inggris tampaknya tidak terlalu senang bertemu lagi dengan Kroasia, walaupun di grup mereka juga tergabung Ukraina, Belarusia, Kazakhstan, dan Andorra.
Abete mengatakan dirinya duduk di dekat delegasi Inggris ketika Kroasia diumumkan masuk grup mereka. "Saya menoleh, dan di mata saya mereka terlihat sedikit ketakutan," cetusnya.
Masak sih?
(a2s/krs)











































