Ya, seorang pria yang sehari-harinya bekerja sebagai polisi kebagian tugas sebagai wasit sebuah pertandingan sepakbola sebuah kompetisi lokal di Malaysia.
Tidak ada yang aneh, ia melakukan tugas 'normal'-nya sebagai pengadil lapangan hijau. Meniup peluit ketika pelanggaran terjadi dan mengkartu pemain yang melakukan pelanggaran adalah salah satunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena merasa terdesak, sang wasit, yang tidak disebutkan namanya itu, langsung berlari ke mobil patrolinya. Bukan untuk berlindung, melainkan mencabut pistol dari sarungnya dan mengacungkannya ke udara, kemudian menembakkannya.
Tidak disebutkan bagaimana reaksi para penyerangnya, namun bagi sang wasit pengaruhnya langsung terasa. Ia harus mempertanggungjawabkan tindakannya itu dengan mendekam di penjara.
"Kami masih menginvestigasi apakah polisi tersebut dibenarkan untuk mengeluarkan senjata dan menembakkannya, dan karena kenapa ia membawanya saat pertandingan tersebut," demikian pernyataan pihak kepolisian kepada harian lokal seperti dikutip Reuters, Selasa (25/12/2007).
Namun demikian sang wasit tidak sendirian berada di tahanan. Lima pemain yang dituduh melakukan penyerangan juga mendekam di sel penjara dan kemungkinan mendapat sanksi karena membuat keributan.
(ian/ian)











































