'Piala Eropa Beda Tanpa Inggris'

'Piala Eropa Beda Tanpa Inggris'

- Sepakbola
Rabu, 06 Feb 2008 10:58 WIB
Piala Eropa Beda Tanpa Inggris
London - Hati Jakob 'Kobi' Kuhn rupanya terusik saat skuadnya akan menghadapi Inggris. Pelatih timnas Swiss ini mengakui bahwa Piala Eropa tanpa The Three Lions akan sangat berbeda.

Salah satu tuan rumah Piala Eropa 2008 ini akan menjadi lawan pertama Inggris di era baru Fabio Capello. Inggris akan kembali ke Wembley setelah tiga bulan lalu mereka kalah dari Kroasia, yang membuat peluangnya ke Euro 2008 pupus dan Steve McClaren harus kehilangan jabatannya sebagai pelatih .

Dalam persiapan menghadapi pertandingan ujicoba melawan Inggris, Kuhn pun mengaku terkejut atas kegagalan Inggris lolos ke Swiss dan Austria musim panas nanti. "Ini sebuah kejutan yang cukup besar," tukas dia seperti dilansir Sporting Life.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebuah kekecewaan bagi Swiss karena para pemain besar dari Inggris akan absen di Piala Eropa nanti. Saya pikir setiap orang akan merindukan Inggris sebagai ibu dari sepakbola, namun itulah sepakbola," lanjut Kuhn.

Bukan hanya itu, Kuhn juga mengaku terkejut FA kembali menunjuk pelatih asing lainnya setelah Sven Goran Eriksson pada 2001. "Bagi saya ini sebuah kejutan. Ini adalah negara sepakbola yang besar, tapi kenapa harus mengambil pelatih dari negara lain?"

"Namun jalannya sudah seperti itu, itu sepakbola saat ini. Itu adalah sebuah pikiran internasional. Saya tidak mengetahui banyak mengenai (Fabio) Capello. Saya hanya tahu seperti kebanyakan orangdi sepakbola mengenal dia," tukas Kuhn.

Pertandingan melawan Inggris ini akan menjadi persiapan bagi Kuhn sebelum berlaga di Piala Eropa 2008. Yang pasti Kuhn tidak akan dengan mudah memberikan Capello sebuah awal yang indah dalam melakukan debutnya bersama The Three Lions.

"Ini tim yang bagus, namun tak terlalu tangguh karena banyak pemain cedera. Kami bisa lebih baik dari laga malam nanti, namun tim Swiss tetap pantas menerima penghormatan besar," ujar pelatih yang bersiap digantikan Ottmar Hitzfeld pasca Euro 2008. (key/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads