Roma yang sebelumnya dianggap sebagai satu-satunya penantang Inter Milan di Seri A mulai menghilang dari kompetisi scudetto. Setelah dua pekan silam secara mengejutkan dipermalukan Siena 0-3, akhir pekan lalu gantian Juventus mempecundangi dengan skor 0-1.
Salah satu masalah yang tengah dihadapi adalah tumpulnya barisan lini depan Roma. Francesco Totti misalnya, usai mencetak gol ke-200-nya di Coppa Italia bulan lalu, hingga kini dia belum sekalipun merobek jala lawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Francesco Totti, Amantini Mancini dan saya sendiri tak bisa berlama-lama dengan hal ini. Kami harus berusaha lebih baik untuk bisa meraih kemenangan," lanjut pesepakbola Brasil itu.
Kondisi ini layak dikhawatirkan, apalagi midweek ini mereka akan menjalani laga sengit lain saat kedatangan Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions. Los Blancos sebenarnya juga menelan kekalahan saat ditundukkan Real Betis 1-2, tapi Luciano Speletti tak mau ambil pusing dengan kondisi lawannya.
"Saya tahu Real Madrid kalah, tapi saya tak gembira dengan hal itu. Saya gembira kalau saya menang, tapi tidak jika tim lain kalah. Lagipula Betis mencetek gol dengan tandukan, sementara kami justru bagus jika memainkan bola menyusur lapangan," seru Speletti di Guardian.
Sejarah pertemuan kedua tim dalam beberapa tahun terakhir juga memihak "Si Putih". Dalam tiga pertemuan terakhir di Olimpico, Real selalu keluar sebagai pemenang.
"Pertandingan Selasa (Rabu WIB) nanti adalah pertandingan yang berbeda dibanding kompetisi lain dan tak akan lagi yang seperti Betis kemarin. Akan ada motivasi lebih dan lebih intens," janji pelatih Madrid, Bernd Schuster. (din/a2s)











































