Matrix --julukan Materazzi-- mendapat kartu merah saat Inter takluk 0-2 di tangan Liverpool di leg 1 perdelapanfinal Liga Champions di Anfield, Rabu (20/2/2008) dinihari WIB.
Seusai laga, Ibra terlihat marah dengan Matrix. Saat ditanya tentang apa yang salah, penyerang asal Swedia itu meminta orang bertanya kepada Matrix, tentunya dengan nada tidak senang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ibrahimovic telah menunjukkan penampilan yang bagus. Dia pemain penentu. Karena leg kedua menghadapi Liverpool juga menentukan, kami meminta ia membuat perbedaan," ujar anak Massimo Moratti itu di Football Italia.
"Ketika kami bilang bahwa kami percaya bahwa kami bisa membalikkan keadaan dan lolos, itu karena kami punya respek dan kepercayaan kepada pemain-pemain ini," imbuh Angelomario.
Sementara itu, kapten Inter Javier Zanetti menjamin bahwa persoalan yang terjadi di antara Ibra dan Matrix tidak berkelanjutan. I Nerrazzuri sudah bersatu lagi dan siap menghadapi Sampdoria di Seri A akhir pekan ini.
"Ibrahimovic dan Materazzi berteman dan tidak terjadi apapun di antara mereka. Ruang ganti kami bersatu dan kompak," tegas Zanetti di Gazzetta dello Sport.
(arp/arp)











































