Kemungkinan tersebut diungkapkan langsung oleh Hiddink. Pelatih berusia 61 tahun itu menginginkan peran lain di sebuah klub atau sebuah timnas.
"Mungkin saya akan turun dari kursi kepelatihan dan lebih memiliki peran dalam tim sebagai penasihat setelah 2010," ujarnya kepada Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejujurnya, saya tidak tahu bagaimana kelanjutannya saat ini. Jika saya tidak menjadi orang tua yang cemburuan (ambisius), bisa jadi karir saya berlanjut," imbuh Hiddink.
Merujuk pada keinginannya memiliki peran baru sebagai penasihat atau konsultan, Hiddink sudah menjalankan tugas tersebut dengan membawa bendera FIFA dan UEFA.
"Saya menemukan cara yang sangat bagus untuk bertukar ide, meng-update teknik permainan terbaru dan perkembangan taktik di sepakbola," tandasnya.
Namun sebelum semua itu bisa terwujud, Hiddink memiliki ambisi pribadi. "Saya ingin Rusia belajar bermain lebih atraktif, menyerang tidak terlalu bertahan dan tidak takut dengan siapapun lawannya. Jika saya bisa mewujudkannya, maka semua itu akan menjadi peninggalan saya untuk sepakbola Rusia," pungkas Hiddink.
(ian/din)











































