Rekor Itu Bertahan Selama 18 Tahun

Rekor Itu Bertahan Selama 18 Tahun

- Sepakbola
Rabu, 05 Mar 2008 12:16 WIB
Rekor Itu Bertahan Selama 18 Tahun
Jakarta - Kekalahan 0-2 yang diderita AC Milan dari Arsenal memperpanjang sebuah rekor, yakni tak ada klub yang mampu juara dua kali berturut-turut. Rekor itu sudah bertahan selama 18 tahun.

Upaya memutus rekor itu gagal dilakukan Milan di San Siro, Rabu (5/3/2008) dinihari WIB. Sang juara bertahan harus masuk kotak akibat dua gol Arsenal lewat Francesc Fabregas dan Emmanuel Adebayor.

Uniknya, tim terakhir yang mampu mempertahankan gelar adalah Milan sendiri. Il Diavolo Rosso melakukannya dengan menjuarai Piala Champions (nama lama Liga Champions) pada tahun 1989 dan 1990.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesudahnya, baru Juventus yang nyaris menyamai rekor Milan. Rekan senegara Milan itu menjuarai Liga Champions tahun 1996 dengan mengatasi Ajax Amsterdam di final. Bianconeri yang kala itu diasuh Marcello Lippi lolos ke final lagi tahun 1997, namun kalah di tangah Borussia Dortmund.

Ada banyak analisis yang mengurai mengapa sulit sekali sebuah klub bisa menjuarai Liga Champions dua kali berturut-turut. Namun alasan yang paling masuk akal barangkali adalah makin panjangnya jalan menuju tangga jawara.

Pada tahun 1990, format Piala Champions adalah sistem gugur. Format ini bertahan hingga tahun 1991. Menuju tampuk juara, Milan hanya bermain sebanyak sembilan kali.

Bandingkan dengan format yang dipakai saat ini. Ambil contoh Milan yang menjadi juara tahun lalu. Berangkat dari babak kualifikasi ketiga, Rossoneri harus melewati 15 partai sebelum bisa mengangkat trofi kemenangan.

Jalan panjang dan berliku itulah yang mungkin jadi penyebab utama sulitnya mencari sebuah klub yang mampu jadi juara back to back. Selain itu, faktor makin meratanya kekuatan sepakbola Eropa (yang tak lagi didominasi satu negara saja) juga menjadi penyebab lainnya.

Meski tersingkir, Milan bisa jadi justru tengah berbangga. Rekor mereka dipastikan akan bertahan setidaknya hingga tahun 2009 mendatang. Dan siapapun yang akan menjuarai Liga Champions tahun ini, tentu tak akan mudah mengulangi prestasinya tahun depan.

Foto: Franco Baresi, kapten Milan, mengangkat trofi Piala Champions 1990 disaksikan oleh Presiden UEFA Lennart Johansson (UEFA)


(arp/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads