Bukan Friendly Biasa

Jelang Prancis vs Inggris

Bukan Friendly Biasa

- Sepakbola
Rabu, 26 Mar 2008 10:24 WIB
Bukan Friendly Biasa
Jakarta - Statusnya mungkin cuma pertandingan persahabatan, namun dengan sejarah panjang dan gengsi sepakbola yang dimiliki keduanya, laga Prancis kontra Inggris punya makna yang jauh lebih besar.

Berita soal David Beckham menjalani caps ke-100 atau teka-teki siapa kapten Inggris yang akhirnya dimiliki Rio Ferdinand menjadi topik yang banyak dibicarakan jelang laga ini. Tapi big match yang satu ini jelas punya banyak sisi lain yang semestinya tak kalah menarik.

Salah satunya adalah fakta dominasi Inggris atas Prancis jika bermain di kandang Les Bleus. Dari 15 pertemuan di Prancis, sembilan di antaranya berhasil dimenangkan tim tamu sementara tuan rumah cuma kebagian jatah lima kali menang dan sekali imbang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Catatan tersebut jelas ingin diperbaiki Raymond Domenech di Stade de France, Kamis (26/3/2008) dinihari nanti. Dengan berada di grup maut pada Euro 2008 -- bersama Italia dan Belanda --, Domenech harus punya persiapan ekstra matang untuk mengulang sukses 24 tahun lalu.

Sayangnya tuan rumah justru tak bisa tampil dengan kekuatan penuh. Thierry Henry, Patrick Viera, Karim Benzema , Bacary Sagna dan Sebastie Frey dipastikan absen karena berbagai alasan.

Sementara Inggris mengusung misi lain dalam laga ini. Setelah dipastikan tak hadir di Austria-Swiss, pasukan "Tiga Singa" terus berusaha mencari pengakuan atas eksistensinya di jajaran atas tim terbaik.

Ini juga menjadi ujian kedua Fabio Capello sejak dipilih menggantikan Steve McLaren. Kemenangan 2-1 memang diraih atas Swiss, awal bulan lalu, tapi laga menghadapi Prancis adalah ajang sesungguhnya untuk menakar kekuatan Inggris saat ini.

"Ada rivalitas besar antara kedua tim. Saya tak tahu tim mana yang akan terlihat lebih Inggris. Banyak pemain sudah saling mengetahui. Itu bukan pertandingan persahabatan. Akan sengit dan saya harap akan berjalan seru," ungkap mantan gelandang Prancis dan Chelsea, Emmanuel Petit seperti diberitakan Goal.

Sejak tahun 1066, Inggris dan Prancis sempat terlibat dalam 35 peperangan, namuan secara tradisional Les Bleus dan The Three Lions bukanlah musuh bebuyutan di lapangan hijau -- sepertihalnya Prancis dengan Italia atau Inggris terhadap Argentina. Meski begitu pertemuan dua kekuatan sepakbola dunia ini mungkin memang tak bisa dianggap sekedar persahabatan.

"Kami tahu selalu ada ketegangan antara Inggris dan Prancis. Kami saling menghargai, tapi kami juga selalu ingin menunjukkan kalau kamilah yang terbaik," seru William Gallas di Timesonline.
(din/ian)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads