Dalam lima tahun terakhir, sudah tiga kali Chelsea mampu menembus semifinal Liga Champions (2003-04, 2004-05 & 2006-07). Sebaliknya, Fenerbahce yang jadi lawan di perempatfinal bahkan baru musim ini mencatatkan prestasi terbaiknya.
Akan tetapi, berkaca dari penampilan terakhir Chelsea di Premiership, kemenangan belum tentu mudah diraih. Menjamu Middlesbrough akhir pekan lalu, "The Blues" susah payah menang 1-0, dengan "bantuan" mistar dan tiang gawang yang menghindarkan mereka dari kekalahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari penampilan menghadapi Boro, "Dewi Fortuna" memang berpihak kepada Cole cs. Namun untuk berjaya di Liga Champions, imbuh Cole, beruntung saja tak cukup. "Kalau kami ingin memenangi Liga Champions, kami butuh sedikit keberuntungan namun yang pertama dan terpenting kami juga harus tampil bagus."
Selain bertekad tampil lebih baik, Cole juga meminta para rekan-rekannya tetap waspada ketika dijamu Fenerbahce di Stadion Sukru Saracoglu dalam leg pertama perempatfinal, Kamis (3/4/2008) dinihari WIB. Salah-salah, Chelsea bisa seperti Sevilla yang disungkurkan Fenerbahce 3-2 di stadion itu, dan akhirnya ditendang keluar dari pentas Eropa setelah kalah adu penalti.
"Kami tak bisa meremehkan Fenerbahce dan memikirkan bakal menghadapi Arsenal atau Liverpool di semifinal. Di kandang, mereka mengalahkan Sevilla, yang adalah tim tangguh di Spanyol. Mereka hebat di kandang. Mereka kekuatan hebat dan bisa mencetak gol. Atmosfernya juga akan mengintimidasi namun partai semacam inilah yang ingin Anda mainkan," tandas dia.
(krs/krs)











































