Balas Dendam yang Gagal

Balas Dendam yang Gagal

- Sepakbola
Rabu, 02 Apr 2008 05:12 WIB
Balas Dendam yang Gagal
Roma - AS Roma menyimpan 'dendam kesumat' terhadap Manchester United. Namun upaya membalas dendam yang terpendam berantakan karena penampilan tidak memuaskan mereka sendiri.

'Dendam kesumat' itu tercipta dalam babak perempatfinal Liga Champions tahun lalu. Saat itu, MU meremukkan Roma dalam laga putaran kedua dengan skor telak 7-1. Sejak saat itu, Roma telah memancangkan target untuk suatu saat ganti memecundangi MU.

Yang kemudian seluruh dunia tahu, balas dendam itu gagal terlaksana karena I Giallorossi takluk dengan skor 0-2 dalam laga leg pertama perempatfinal Liga Champions yang digelar di Stadion Olimpico, Roma, Rabu (2/4/2008) dinihari WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa yang salah dengan Roma? Bila Roma disebut tampil buruk, bisa jadi premis itu benar. Tapi sebetulnya pasukan Luciano Spalletti itu pun tidak bermain jelek-jelek amat.

Roma justru lebih mendominasi permainan ketimbang tamunya. Coba tengok statistik pertandingan yang dilansir Soccernet. Dari sisi possession, Christian Panucci dkk unggul dengan 53% berbanding 47% penguasaan bola MU.

Dari jumlah tembakan, Roma juga unggul dengan melepas 15 tembakan berbading 12 tembakan MU. Tapi hanya satu upaya anak-anak Il Lupo yang mengarah ke gawang. Bandingkan dengan empat shot on goal milik 'Setan Merah'.

Tengok pula jumlah tendangan sudut yang diperoleh. Roma mencatatkan 10 sepak pojok, sedangkan MU hanya beroleh satu korner saja.

Hal tersebut bisa diartikan bahwa Roma sebetulnya lebih menguasai permainan. Namun tidak efektifnya variasi serangan dan buruknya penyelesaian akhir membuat Roma gagal membikin gol.

Kontan hasil ini pun dikutuki oleh Spalletti, sang juru latih Roma. "Saya percaya bahwa hasil ini adalah sangat tidak adil bagi Roma," ceplos Spalletti dikutip Football Italia.

"Dalam pandangan saya, kami bermain sebagaimana seharusnya kami bermain. Kami layak mendapat lebih khususnya dalam 20 menit pertama pertandingan babak kedua," tutur allenatore berkepala plontos itu kemudian.

Spalletti boleh saja berandai-andai, tapi kenyataannya Roma telah gagal membalaskan dendam. Kekalahan ini juga membuat peluang Roma untuk melaju ke semifinal relatif sudah tertutup. Dalam leg dua yang akan digelar di Old Trafford, Roma harus menang minimal 3-0 untuk bisa lolos.

(arp/ian)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads