The End of The Trilogy

Jelang Liverpool vs Arsenal

The End of The Trilogy

- Sepakbola
Senin, 07 Apr 2008 11:11 WIB
Jakarta - Saga pertarungan Liverpool dan Arsenal akhirnya mencapai babak final. Di akhir trilogi ini, siapa jadi pemenang dan siapa bakal tersingkir?

Dalam dua laga sebelumnya kedua klub hanya mampu bermain imbang. Setelah bermain imbang 1-1 pada leg pertama, The Reds dan The Gunners kembali mengulangi hasil serupa pada Premier League pekan ke-33 hari Sabtu lalu. Bisa dibilang dari dua pertarungan sebelumnya sang pemenang belumlah ditentukan.

Sekarang lupakan Premiership, leg penentuan perempatfinal Liga Champions antara keduanya sudah ada di depan mata. Selasa (8/4/2008) kedua kesebelasan akan berhadapan di stadion keramat milik Liverpool, Anfield. Di sinilah babak penentuan akan dijalani, karena taruhannya adalah ambisi mereka di kompetisi Eropa. Tersingkir berarti mimpi untuk menjadi juara benua biru akan tetap menjadi mimpi

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kali ini Steven Gerrard cs sedikit diuntungkan karena unggul dalam agresivitas gol di kandang lawan selain, tentunya, bermain di hadapan pendukung sendiri.

Pertanyaannya, akankah hasil imbang kembali muncul? Skor 0-0 memang sudah cukup untuk membuat The Kop lolos ke semifinal, tetapi beberapa punggawa mereka sempat menyatakan keengganannya bermain aman. Adalah gaya bermain Arsenal yang terus menyerang dan menciptakan peluang yang membuat para pemain Liverpool merasa harus memperbaiki permainan di leg kedua.

"Kami tidak bisa lolos ke semifinal dengan hanya mengandalkan hasil 0-0. Kami harus melangkah ke babak selanjutnya dengan kemauan untuk menang," tegas kiper Jose Reina kala itu.

Pernyataan penjaga gawang asal Spanyol itu pun bak diamini oleh sang pelatih, Rafa Benitez. Bahkan Senor Benitez sudah menyatakan tidak akan berpikir mengenai kemungkinan pertandingan diselesaikan melalui adu penalti.

"Saya tidak akan berpkir mengenai adu penalti. Kami akan menggunakan segenap pengalaman kami sepanjang pertandingan dan tidak berpikir mengenai adu penalti," ujarnya seperti dilansir Goal, Senin (7/4/2008).

"Setiap hal kecil bisa membuat perbedaan. Ketika Anda bermain melawan tim top akan ada pemain yang membuat perbedaan. Akan ada yang gagal melakukan tendangan bebas atau ketika berhadapan satu lawan satu dengan kiper," imbuh Rafa.

Sementara itu dari kubu Arsenal, Arsene Wenger usai laga pertama di Emirates Stadium sudah menyatakan keinginannya untuk bisa menyingkirkan Liverpool. Apalagi pelatih asal Prancis itu mengaku kecewa karena bisa ditahan imbang oleh Liverpool di laga pertama.

"Tim terbaik adalah tim yang tetap bagus setelah tiga laga. Menyelesaikan pertandingan dengan hasil 1-1 jelas mengecewakan," tukas The Professor ketika itu. Rasa sakit hati tersebut bisa saja menjadi motivasi tersendiri bagi tim "Gudang Peluru" untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di Anfield.

Terakhir kali Arsenal datang ke Anfield adalah pada Oktober 2007 silam. Dalam pertandingan pekan ke-11 Liga Inggris itu Cesc Fabregas cs juga hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan Liverpool. Praktis rasa penasaran untuk mengalahkan "Si Merah" memang tengah membumbung di pikiran pemain-pemain Arsenal.

Dengan segunung optimisme yang sudah disuarakan oleh kedua kesebelasan, sangat sukar untuk menentukan pemenang dari episode ketiga ini meskipun pengalaman dan penampilan Liverpool di Eropa relatif lebih baik dibandingkan Arsenal.

Kalau sudah begini, tentunya tontonan menarik dijamin bakal tersaji. Let the battle begin! (krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads