Semifinal Liga Champions bukan lagi barang baru buat Chelsea sejak kedatangan Roman Abramovich. Pasca kehadiran sang taipan minyak ke Stamford Bridge tahun 2003 lalu, cuma sekali The Blues gagal melangkah ke putaran empat besar yakni musim 2005/2006 saat didepak Barcelona di 16 besar.
Sayangnya perjalanan klub Kota London itu ya cuma sampai di semifinal. Yang kemudian pantas membuat fans Chelsea khawatir adalah fakta bahwa dua dari tiga kekalahan di semifinal tersebut datang dari Liverpool, lawan yang akan mereka hadapi di semifinal musim ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semusim berselang mimpi buruk yang sama dialami Chelsea, kali ini Liverpool yang membawanya ke hadapan mereka setelah secara agregat kalah 0-1. Bermain tanpa gol di Stamford Bridge, The Blues harus menyerah lewat gol kontroversial Luis Garcia saat bertandang ke Anfield.
Tahun berikutnya John Terry cs cuma bisa melangkah ke babak 16 besar karena dihentikan Barca. Namun kegagalan mereka kali itu juga bisa dibilang karena "peran" Liverpool yang kebetulan berada berada di grup yang sama. Tergabung di Grup D, "Si Biru" duduk di posisi dua klasemen di bawah "Si Merah" yang berarti harus menghadapi lawan yang lebih tangguh.
Kutukan, kalau mau dibilang seperti itu, kembali terjadi musim lalu juga di babak semifinal. Mampu saling mengalahkan dengan skor 1-0 saat bermain di kandang, nestapa kembali mendatangi Chelsea karena mereka kalah adu penalti dengan skor 1-4.
Akankah mimpi buruk itu kembali mendatangi Chelsea musim ini tentu masih harus ditunggu jawabannya. Dengan semifinal yang masih dua pekan lagi, Avram Grant jelas masih punya banyak kesempatan merumuskan strategi untuk menundukkan lawan yang sepertinya punya kekuatan ekstra jika bermain di Liga Champions itu. (din/ian)











































