Satu negara meloloskan tiga wakilnya ke semifinal bukan kali ini saja terjadi. Sepanjang sejarah Liga Champions Spanyol sempat melakukannya di tahun 2000 disusul Italia tahun 2003 dan Inggris musim 2007.
Hebatnya, Inggris melalui Premier League-nya mampu mengulang prestasi yang sama musim ini. Pesertanya pun tak berubah yakni Manchester United, Chelsea dan Liverpool, cuma Barcelona yang menjadi "tim baru" dengan mengisi tempat kosong yang ditinggalkan AC Milan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menghadapi MU di semifinal, Rossoneri saat itu tampil perkasa untuk memetik kemenangan agregat 5-3. Sementara pada pertandingan lain Liverpool memenangi laga atas Chelsea melalui adu penalti.
Dalam laga final yang digelar di Yunani, publik Inggris harus menerima kalau The Kop yang mewakili mereka akhirnya harus menyerah pada Milan. Dua gol Filippo Inzaghi hanya mampu dibalas sekali oleh Dirk Kuyt.
Dengan kekuatan yang nyaris merata dimiliki seluruh tim, rasanya sulit memprediksikan peluang terjadinya ulangan sejarah musim lalu. Ingat pula kalau musim lalu Milan yang merupakan satu-satunya tim non Inggris juga dihadapi oleh "Setan Merah" sementara "Si Biru" menantang "Si Merah" pada laga lain.
Apalagi penampilan Barca belakangan ini jauh dari memuaskan, sementara kemenangan atas Schalke di perempatfinal tak didapat dengan meyakikan yang membuat sejarah tahun lalu tak terulang kali ini.
Tapi indikasinya bukan cuma siapa bertemu siapa karena pada dasarnya El Barca memang punya mental Eropa mengingat mereka adalah juara dua musim lalu. Yang jelas Barca punya potensi untuk melakukan hal itu. (din/arp)











































