Voetbal is oorlog, sepakbola adalah perang. Ucapan mendiang pelatih legendaris Belanda Rinus Michels itu masih tetap aktual hingga sekarang.
Chaos! Ratusan suporters Groningen yang hari ini menjamu Ajax, saling berusaha menyelematkan diri. Satu orang mengalami luka bakar, dua lainnya paru-parunya kemasukan asap cukup parah dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara 17 lainnya yang mengalami gangguan pernafasan ringan karena asap, bisa ditolong di tempat.
Ketika para pemain mulai memasuki lapangan, para die hard suporter FC Groningen melempari mereka dengan spanduk dan rol-rol tisu WC yang dibakar. Kursi-kursi tribun juga lumat dimakan api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiket untuk duel dua klub yang sejatinya bukan musuh bebuyutan itu ludes terjual. Stadion dipenuhi penonton. Tapi karena para pemain juga mengalami gangguan pernafasan, akhirnya duel dibatalkan dan ditunda sampai ada keputusan dari KNVB, PSSI-nya Belanda.
"Selain masalah kesehatan, risikonya juga sangat besar untuk diteruskan," ujar pelatih FC Groningen Ron Jans di depan kamera tv Belanda.
Amok yang mencekam itu diduga dipicu oleh kelompok garis keras FC Groningen, klub dari kota paling utara Belanda. Mereka marah akibat pemain-pemain top Groningen dibajak oleh Ajax, seperti Luis Suarez, Bruno Silva dan Rasmus Lindgre.
(es/es)











































