Astro baru saja kembali mendapatkan hak siar Piala UEFA di Indonesia untuk musim 2009-2012. Kekhawatiran pun muncul apakah tayangan Liga Champions akan hilang dari televisi teresterial non bayar, yang selama ini hak siarnya dimiliki oleh RCTI.
Meski demikian, pihak RCTI belum dapat memastikan dapat mempertahankan pertandingan Liga Champions di layar kaca mereka. Saat ini stasiun televisi swasta pertama di Indonesia pun juga sedang melakukan bidding (tawar menawar) guna mendapatkan hak siar dari 2009 -2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan bahwa keputusan siapa yang mendapatkan hak siar Liga Champions kemungkinan baru akan diumumkan sekitar 2 minggu setelah UEFA mengumumkan pemegang hak siar Piala UEFA. Gita pun berharap RCTI masih tetap bisa mendapatkan hak siar tersebut.
"Sekarang keputusan memang berada di UEFA. RCTI tetap sangat berminat mendapatkan Liga Champions. Apalagi audiens siar Liga Champions masih tetap tertinggi dan hanya kalah dari tiga pertandingan tim Indonesia di Piala Asia," ungkapnya.
Ia berharap banyak audiens ini bisa menjadi pertimbangan UEFA memberikan hak siarnya kepada RCTI. "Namun akhir-akhirnya ujungnya tetap duit. Mungkin sekarang harganya hak siar ini lebih di atas 1 juta US$. Kita tunggu saja hasilnya," ujar Gita. (key/arp)










































