Di tahun pertama setelah resmi dibuka kembali, pihak pengelola Wembley memang sudah memperkirakan bakal menderita kerugian. Namun seperti diberitakan Telegraph, jumlah yang mencapai angka 22 juta poundsterling jauh lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.
Uniknya pengeluaran terbesar untuk tahun pertama ini adalah untuk pembiayaan pengamanan. Kekhawatiran akan adanya ancaman terorisme telah menyedot 50% dari total pengeluaran Wembley setahun ke belakang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menggelar banyak konser di musim panas memang jadi salah satu alternatif untuk menutupi kerugian yang diderita. Selain itu pihak Wembley dan FA juga tengah mengadakan pembicaraan dengan sebuah konsorsium bank untuk membantu pembiayaan ulang pinjaman sebesar 433 juta poundsterling tahun 2002 lalu.
Wembley memang bisa menggelar banyak event besar tanpa batas setiap tahunnya, namun itu tetap harus mempertimbangkan kondisi lapangan. Tahun lalu lapangan Wembley mengalami kerusakan parah setelah menggelar pertandingan NFL, ujung-ujungnya Wembley malah harus merogoh 750.000 poundsterling untuk memperbaiki permukaan lapangan.
Pihak Wembley hingga kini juga menyimpan keyakinan kalau mereka masih memiliki kondisi keuangan yang sehat untuk beberapa tahun ke depan. Hingga kini setiap tahunnya FA mensubsidi Wembley sebesar 13 juta pounsterling untuk menutupi kerugian yang diderita. (din/arp)











































