Fakta yang ditorehkan oleh pelatih asal Spanyol itu memang demikian. Setidaknya dalam empat tahun terakhir sudah tiga kali ia merasakan final kejuaraan antaklub Eropa--dengan dua klub berbeda. Yang pertama adalah pada musim 2003/04 di mana ia berhasil membawa Valencia menjuarai Piala UEFA dengan mengalahkan Olympique Marseille 2-0.
Semusim kemudian ia pindah ke Liverpool. Lagi-lagi ia sukses melangkah ke final kejuaraan antarklub Eropa, namun kali ini dalam tingkatan yang lebih tinggi yakni Liga Champions. Di final yang berlangsung di Istanbul ia membawa Steven Gerrard cs menaklukkan AC Milan lewat drama adu penalti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini ia pun mengincar final Liga Champions lagi, syaratnya tentu saja dengan menyingkirkan Chelsea, lawan yang sudah dua kali mereka langkahi dalam perjalanan menuju dua final sebelumnya. Namun, kali ini membuat The Blues masuk kotak bukan perkara mudah. Pasalnya John Terry cs memiliki keuntungan telah mencetak away goal di laga perdana, selain tentunya bermain di kandang sendiri.
Tetapi tetap saja nada optimisme disuarakan oleh Rafa. "Para pemain tahu bahwa mereka bias menjadi legenda. Mereka tahu bisa menorehkan sejarah dengan tampil di tiga final," ujarnya seperti dilansir Goal, Rabu (3/4/2008).
"Ini merupakan kesempatan mereka untuk naik ke level atas, menuju level pemain hebat dan ini merupakan kebanggan tersendiri. Saya tidak harus mengatakan apa-apa kepada mereka, tidak banyak yang harus saya katakan. Mereka tahu betapa pentingnya pertandingan ini dan secara mental mereka sangat siap."
Jalan menuju final di Moskow memang tak pernah mudah. Tetapi dengan tekad yang sudah bulat plus fakta pada masa lalunya, bukan tak mungkin The Spaniard akan meraih final ketiganya bersama Liverpool. (roz/krs)











































