Secara mengejutkan, Zenit mampu melaju sampai final Piala UEFA musim 2007/08. Tim besutan pelatih Belanda Dick Advocaat, yang juga pernah menangani Rangers satu dekade lalu, itu pun sudah menyingkirkan sederet lawan-lawan tangguh dalam perjanalannya.
Pada babak 32 besar, tim berjuluk "Sine-belo-golubye" alias Biru-putih-biru langit, tersebut menendang Villareal yang musim ini mampu jadi runner-up La Liga Primera Spanyol. Di babak berikutnya, giliran Marseille, juara Liga Champions tahun 1993, dari Prancis yang digasak Zenit. Bayer Leverkusen yang pernah memenangi Piala UEFA tahun 1988 silam, juga menjadi korban Zenit. Finalis Liga Champions tahun 2002 itu dihajar di perempatfinal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan raihan dahsyat tersebut, Zenit yang sudah jadi pembunuh raksasa bukan tak mungkin sukses menuntaskan perjalanannya dengan akhir bahagia, dengan bermahkotakan juara. Tapi, tentu tak mudah karena Rangers yang akan dihadapinya di final adalah tim dengan rekor pertahanan luar biasa.
Dalam perjalanan ke final, Rangers total hanya kebobolan dua gol. Yang pertama adalah pada babak 32 besar dalam leg kedua kontra Panathinaikos, dan satu gol lagi ketika bertandang ke markas Werder Bremen di babak 16 besar. Semenjak itu, gawang tim yang ditangani Walter Smith tersebut tetap perawan dalam laga perempatfinal kontra Sporting CP dan partai versus Fiorentina di semifinal --dengan mengecualikan gol pada babak adu penalti lawan "La Viola".
"Cara terbaik meruntuhkan pertahanan solid adalah dengan pergerakan tak terduga dan deretan keahlian individu. Kami hanya harus menanti dan melihat bagaimana tampilan kami saat melawan mereka. Semua yang kami perlukan ada di tangan, kaki dan kepala kami," tegas kapten Zenit Anatoliy Tymoschuk, seperti dilansir International Herald Tribune.
Ucapan Tymoschuk seperti ingin menegaskan kalau timnya sama sekali tak gentar dengan "tembok besi" Rangers. Namun, sayang buat Zenit mereka justru harus bermain tanpa penyerangnya, Pavel Pogrebnyak, yang sementara ini jadi topskorer bersama Luca Toni dengan sepuluh gol.
Jika Zenit sukses menembus barisan rapat pertahanan lawan dan merengkuh tropi, ini akan jadi kali pertama tim Rusia tersebut jadi nomor satu di Eropa. Sebaliknya, kalau Rangers yang digdaya, ini adalah kali kedua mereka meraja di Eropa, setelah sebelumnya jadi juara Piala Winners tahun 1972. Uniknya, saat itu Rangers berjaya atas tim Rusia (saat itu Uni Sovyet) yakni Dinamo Moskow.
"Akan menyenangkan membuat sejarah. Ini (Rangers) adalah klub besar dan kami belum memenangi tropi Eropa setelah sekian lama. Semua pemain kami akan mencoba menggapainya," tegas penyerang Rangers Nacho Novo, yang jadi pencetak penalti kemenangan Rangers atas Fiorentina di semifinal.
Kini, pentas tertinggi di Piala UEFA sudah disiapkan di City of Manchester Stadium, Inggris, dan dua kesebelasan siap berjibaku untuk jadi nomor satu. Siapa yang akan jadi pemenang dalam laga Kamis (15/5/2008) dinihari tersebut, sang "pembunuh raksasa" atau si pemilik pertahanan luar biasa?
(krs/a2s)











































