Tiga menit menjelang berakhirnya waktu tambahan, beberapa pemain MU terlibat kericuhan kecil dengan pemain Chelsea. Pada suatu ketika, Drogba terlihat melayangkan tangannya ke arah pipi Vidic.
Meski ayunan tangan pemain "Si Biru" dari Pantai Gading tersebut relatif pelan, wasit langsung mengeluarkan kartu merah. Dengan terlihat uring-uringan dan terus menggerutu, Drogba harus rela keluar lapangan karena pelanggaran yang seharusnya tak perlu dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisa waktu yang sudah tak genap lima menit lagi, kehadiran Drogba memang niscaya tak berpengaruh apa-apa, pun jika insiden kartu merah tak terjadi. Tapi lain halnya dengan babak adu penalti yang lantas terjadi.
Ketidakhadiran Drogba memaksa Terry menjadi salah satu dari kelima orang pertama yang mengambil penalti. Seperti diketahui, kapten Chelsea itu terpeleset dan gagal menendang dengan baik. Padahal mereka akan jadi juara jika kelima pengeksekusi mampu mencetak gol, mengingat Cristiano Ronaldo yang jadi penendang ketiga MU tak bisa menuntaskan tugasnya.
"John (Terry) tak ada dalam lima orang pertama yang seharusnya menendang, tapi hal berubah dalam pertandingan. Beberapa orang sakit dan dikeluarkannya Drogba membuat kami harus mengubahnya," tutur sekondan Avram Grant di Chelsea, Henk Ten Cate, seperti dilansir The Sun.
"Kami sudah amat banyak berlatih penalti sepanjang pekan ini dan dia sangat percaya diri. Kami semua percaya diri," lanjut dia.
Pada akhirnya, mahkota juara jadi milik Ronaldo cs, Chelsea pulang tanpa piala, dan Terry pun berlinang air mata. Semua karena kartu merah yang diterima Drogba? Entahlah.
(krs/a2s)











































