"Tolong jangan sebut saya arogan, tetapi saya adalah seorang juara Eropa. Saya pikir saya adalah orang yang spesial," ujarnya dulu ketika baru ditunjuk menjadi pelatih Chelsea. Ucapannya itulah yang kemudian mendasari julukan legendaris yang diberikan kepadanya: The Special One.
Pria berusia 45 tahun itu memang dikenal sebagai orang yang tidak suka basa-basi. Kata-kata yang keluar dari mulutnya selalu lugas dan apa adanya, kalau tidak bisa disebut pedas. Ia pernah menyebut pelatih Arsenal, Arsene Wenger, sebagai "tukang ngintip" karena terlalu banyak mencampuri urusan Chelsea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cerita soal 'The Special One' itu sudah lama sekali, tapi itu bukan hal yang buruk. Tetapi saya pikir tidaklah spesial. Saya hanyalah manajer sepakbola yang hebat (tapi tidak spesial, red), itu saja," tuturnya.
"Yang saya punya hanyalah kekuatan. Dan ketika saya memiliki kelemahan, saya berusaha menutupinya," lanjutnya.
Manajer yang pernah membawa FC Porto menjuarai Liga Champions itu kini tengah gencar diberitakan akan menjadi pelatih Inter Milan musim depan. Namun, ada juga yang mengabarkan bahwa dirinya berpeluang kembali melatih Chelsea musim depan.
(roz/ian)











































