Denda tersebut bukannya diberikan tanpa alasan. Soalnya tekel yang dilakukan terhadap Beckham itu dinilai terlalu berbahaya dan diklaim bisa mengakhiri nasib sang mega bintang itu.
Adalah Adrian Serioux yang mendapat denda tersebut. Bek FC Dallas tersebut dinilai melakukan pelanggaran berbahaya dan terencana, didasarkan atas komentarnya di harian Inggris The Sun usai pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendapat perlakuan tidak mengenakkan itu, Beckham langsung bangkit dan memburu Serioux, namun langsung dihadang oleh hakim garis dan asisten wasit, juga rekan-rekannya. Sementara Serioux sendiri langsung menerima kartu merah dan harus meninggalkan lapangan di menit 75.
Usai pertandingan, kepada The Sun, Serioux mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya mengaku iri dengan apa yang didapatnya. "Ia membuat kami seperti tidak dihargai. Jika Beckham tidak bisa menerimanya, ia bisa beralih ke pingpong atau tenis. Tidak ada jarak pemisah antara kami. Jika ia memang memegang bola, ia harus siap dilanggar secara keras," tandasnya saat itu.
Komentar itulah yang memantik reaksi dari MLS. Denda tambahan pun diberikan, yaitu USD1000 (sekitar Rp 9,3 juta) setelah sebelumnya secara otomatis Serioux wajib membayar USD250 karena kartu merah yang didapatnya saat itu.
"MLS tidak akan mentolerir pernyataan ataupun tindakan, baik itu di dalam maupun di luar lapangan, yang secara sengaja menyerang secara fisik pada pemain," ungkap komisaris Don Garber seperti dikutip YahooSports, Sabtu (31/5/2008).
"Bila ada pelanggaran seperti ini lagi, maka yang melakukannya akan menerima hukuman yang lebih keras," lanjutnya.
(ian/roz)











































