Dalam laga final leg kedua yang digelar di Stadion Maracana, Kamis (3/7/2008), Liga de Quito (LDQ) keluar sebagai pemenangan dengan skor 3-1. Adu penalti terpaksa ditempuh setelah Fluminense memenangi pertandingan di waktu normal dengan skor 3-1, yang membuat kedua tim berbagi agregat 5-5.
Berbekal kemenangan 4-2 di leg pertama, tim tamu gagal menjaga keunggulannya. Meski mampu lebih dulu mencetak gol melalui Luis Bolanos saat pertandingan baru berjalan lima menit, gawang LDQ kemudian justru kemasukan tiga gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keadaan lebih diuntungkan, Fluminense malah gagal menambah jumlah golnya di waktu normal. Karena masa perpanjangan waktu 2 x 15 menit juga belum memunculkan juara, pertandingan terpaksa diselesaikan dengan adu tos-tosan.
Di sinilah bencana Fluminense datang setelah tiga dari empat eksekutornya mampu dimentahkan kiper LDC, Jose Cevallos. Sementara dari kubu LDC justru cuma satu penembak yang gagal.
"Ini merupakan kemenangan yang luar biasa buat kami. Sebuah sejarah buat Liga dan Ekuador," ungkap pelatih LDQ, Edgardo Bauza seperti diberitakan Yahoosport.
Kemenangan ini mengantar LDQ lolos ke Kejuaraan Dunia Antarklub yang akan digelar penghujung tahun ini. Manchester United adalah wakil dari Eropa setelah memenangi Liga Champions. (din/roz)











































