Keputusan Kewell memang memancing marah publik Elland Road. Ingatan mereka melayang ke peristiwa berdarah yang melibatkan Leeds dan Gala dalam semifinal Piala UEFA delapan tahun silam.
Di Istanbul, tahun 2000, dua orang suporter Leeds tewas saat mengikuti timnya bertandang. Christopher Loftus dan Kevin Speight, dua fans Leeds, meregang nyawa akibat ditusuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cinta dan hormat saya untuk Leeds FC dan apa yang telah klub lakukan kepada saya takkan pernah berubah; apapun yang orang katakan tentang saya dan apapun motifnya. Perasaan sedih dan simpati untuk keluarga Loftus dan Speight tetap bersama saya," tulis Kewell.
Untuk menunjukkan kesungguhannya bersimpati, di Galatasaray pemain berkebangsaan Australia berusia 29 tahun itu memilih nomor punggung yang sama dengan yang ia kenakan saat masih membela Leeds.
"Saya memilih nomor 19 ketika bergabung dengan Galatasaray sebagai tanda respek untuk Leeds karena itu adalah nomor yang saya dapat di Leeds saat saya untuk pertama kalinya masuk starting eleven di sana," lanjut dia.
"Saya merasa itu mungkin akan menunjukkan bahwa saya tidak melupakan awal dari semuanya dan saya berharap semoga itu akan jadi sebuah jalan kecil untuk menolong penyembuhan tragedi yang terjadi pada 5 April 2000," tandas Kewell.
(arp/ian)











































