Orang yang dimaksud adalah Peter Reid. Ia adalah mantan pemain Bolton, Everton, Queen Park Rangers, Manchester City, dan Southampton, serta pernah 13 kali membela timnas negaranya.
Pria berusia 52 tahun itu diikat kontrak empat tahun oleh Thailand dan misinya adalah meloloskan Negeri Gajah Putih untuk pertama kalinya ke putaran final Piala Dunia di tahun 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tampil di Piala Dunia 1986 di Meksiko, Reid bermain pula di babak perempatfinal saat menghadapi Argentina. Ia termasuk yang digocek Maradona sebelum sang maestro mencetak gol yang kelak dinobatkan sebagai gol terbaik Abad 20 oleh FIFA. (Lima rekan Reid yang diperdaya Maradona adalah Steve Hodge, Peter Beardsley, Terry Butcher, Terry Fenwick, dan kiper Peter Shilton).
Di dunia kepelatihan Reid sudah melakoninya sejak 1990. Berturut-turut ia menukangi Manchester City, timnas Inggris U-21, Sunderland, Leeds United, dan terakhir Coventry City.
Kini akan melatih tim terkuat di Asia Tenggara saat ini, dan bertekad menularkan semua pengalaman dan kemampuannya kepada anak-anak Thailand. Satu yang akan ia lakukan adalah membuat pendekatan yang berbeda. Reid dikenal sebagai sosok pemain yang temperamen, juga pelatih yang tidak segan-segan menghardik pemainnya jika dinilai mengecewakan.
"Anda takkan mendapat dukungan, takkan memperoleh reaksi kultur yang berbeda dalam cara-cara yang berbeda pula. Aku ingin mengeluarkan yang terbaik dari pemain-pemain ini dan Anda tidak bisa melakukannya dengan berteriak-teriak di depan mereka."
"Ini pekerjaan yang sulit, tapi aku sangat bergairah untuk melakukannya," tutur Reid kepada Reuters, Selasa (2/9/2008).
"Aku ingin mereka bermain dengan positif, tidak peduli bahwa tubuh mereka pendek-pendek. Michael Owen dan Robbie Fowler sudah membuktikannya. Anda masih bisa mencetak banyak gol sekalipun Anda bukan raksasa. Ini soal mental. Jangan takut gagal."
Thailand sebelumnya pernah mengontrak mantan pemain Inggris bernama Peter Withe. Selama empat tahun (1998-2002) eks pemain Aston Villa itu memberikan dua titel Piala Tiger (2000, 2002), dan runner up turnamen yang sama di tahun 2004. Withe kemudian digaet timnas Indonesia di tahun 2004 dan dipecat tiga tahun kemudian setelah tidak memberi gelar apa-apa.
(a2s/key)











































