Tahun 2016 ini, tepat tiga tahun Andik merasakan puasa di Malaysia bersama klubnya, Selangor FA. Namun, bedanya, kompetisi tahun ini diliburkan selama bulan ramadan. Meski begitu, latihan jalan terus dan hanya diliburkan empat hari di awal puasa.
"Alhamdulillah ini tahun ketiga puasa di Malaysia. Latihan tetap seperti biasa, cuma empat hari pertama kami diliburkan selebihnya latihan di malam hari," cerita Andik kepada detikSport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jauh dari orang tua dan kebiasaan-kebiasaannya menjalani ibadah di tanah air membuat Andik terkadang merasa rindu. Tapi, dia memiliki cara untuk mengatasi kerinduan akan suasana ramadan di kampung halaman.
"Kalau di rumah itu senangnya buka puasa bareng sama keluarga, makan bareng. Di sini tidak bisa, tapi kalau lagi bosan suka ngajak teman buka puasa bareng di luar," tutur pesepakbola 24 tahun itu.
"Yang paling dikangenin itu bangunin orang-orang puasa, keliling kampung pakai beduk sama teman-teman di rumah. Momen itu paling susah dilupakan, terakhir kali sudah beberapa tahun yang lalu," kata Andik. (ads/mfi)











































