Mahluk Halus Ganggu PSIS

Mahluk Halus Ganggu PSIS

- Sepakbola
Kamis, 15 Sep 2005 20:21 WIB
Mahluk Halus Ganggu PSIS
Jakarta - Mahluk halus, arwah gentayangan ataupun setan memang tak memilih-milih jika ingin menggangu. Tak terkecuali, PSIS Semarang yang harus menghadapi jegalan mahluk halus menjelang digelarnya babak 8 besar Liga Djarum di Jakarta.Persiapan matang memang harus diambil oleh PSIS untuk bisa merengkuh kesuksesan di babak 8 besar kompetisi divisi utama pada 16-21 September mendatang. Alhasil tim berjuluk Mahesa Jenar menjadi satu-satunya tim peserta Grup Jakarta yang sudah melakukan persiapan cukup lama di ibukota. Sudah hampir dua minggu ini mereka 'bertapa' di Sawangan, kawasan Parung, Bogor.Langkah itu sangat dimungkinkan PSIS karena tim besutan pelatih Bambang Nurdiansyah ini termasuk yang paling awal menyelesaian rangkaian pertandingan kompetisi reguler Liga Djarum Indonesia 2005. Selain itu, Indriyanto Setyo Nugroho dkk juga tak lagi menjalani pertandingan babak akhir di Piala Indonesia."Baru tadi pagi kami masuk hotel Santika ini, dan sekarang teman-teman lagi dolanan ke Plaza Senayan," kata manajer tim Yoyok Sukawi Sutarip di Senayan, Rabu (14/9/2005) siang.Jalan-jalan ke Plaza Senayan itu ternyata punya cerita tersendiri. Hiburan jalan-jalan santai perlu diambil para anggota skuad PSIS untuk melepas stress selama di Sawangan.Bukan stress akan bertarung di partai krusial, namun stress ketakutan karena hampir setiap malam mengalami 'gangguan'."Selama di pertapaan Sawangan itu hampir semua pemain dan ofisial saya diweruhi oleh setan," cerita Yoyok, serius.Bukan sekedar perumpamaan diganggu setan suap atau judi, tetapi adalah gangguan dari mahluk halus dalam pengertian sebenarnya."Hampir setiap malam pemain dan ofisial saya diganggu terus, yah, macam-macamlah gangguannya," lanjutnya.Tanpa mau menyebutkan siapa-siapa saja pemain dan ofisialnya yang sempat diganggu setan, Yoyok cukup lega karena gangguan tersebut tidak sampai mempengaruhi kesehatan. "Ah, sudahlah, yang penting sekarang mereka sehat-sehat semua dan siap tempur menghadapi babak empat besar ini," tukas Yoyok.Fasilitas pelatihan Sawangan yang dulunya dimiliki POR Pelita Jaya dari keluarga Bakrie itu memang cukup menyeramkan. Meski dilengkapi fasilitas keolahraagaan seperti lapangan sepakbola, lapangan latihan, bulutangkis, renang dan puluhan rumah, ternyata kompleks ini sudah lama tidak dihuni.Bisa ditebak, tidak dihuni manusia akhirnya dihuni oleh mahluk 'lain'. Perlu panggil tim pemburu hantu? (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads