Euro 2020: Siswa Ditolak Universitas Usai Berkata Rasis ke Pemain Inggris

Adhi Prasetya - Sepakbola
Sabtu, 17 Jul 2021 06:05 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - JULY 14: A general view of the mural at Trafford Park is seen on July 14, 2021 in Manchester, England. A Giant mural in support of the three England footballers Marcus Rashford, Jadon Sancho and Bukayo Saka has been unveiled in Manchester. The England stars were targeted with racist abuse online after they missed penalties in the Euro 2020 final leading to defeat by Italy. (Photo by Charlotte Tattersall/Getty Images)
Mural Saka, Rashford, dan Sancho di sudut kota Manchester. Foto: Getty Images/Charlotte Tattersall
Nottingham -

Nottingham Trent University (NTU) baru saja membatalkan penawaran masuk untuk seorang siswa di Inggris. Pasalnya, siswa tersebut ketahuan mengucapkan kalimat rasis yang diarahkan kepada para pemain The Three Lions seusai final Euro 2020.

Dilaporkan Sky Sports dan Nottingham Post, video tersebut berasal dari aplikasi snapchat, namun kemudian diunggah ke instagram. Dalam video tersebut, terdengar suara laki-laki berbicara dengan kalimat rasis.

Video tersebut muncul seusai final Euro 2020, di mana Inggris dikalahkan Italia. Ucapan rasis dalam video dialamatkan kepada Bukayo Saka, Jadon Sancho, dan Marcus Rashford, tiga pemain kulit hitam The Three Lions yang gagal dalam adu penalti.

Keterlibatan NTU berasal dari tag yang muncul di video, yang menandai akun resmi kampus negeri tersebut. Semula, dugaan pelaku mengarah kepada salah satu mahasiswa NTU, namun dibantah pihak kampus pada Rabu (14/7) lalu.

Belakangan, diketahui bahwa si pelaku yang tak disebut namanya itu berstatus calon mahasiswa di NTU. Pihak kampus pun mengambil langkah tegas, dengan menarik kembali tawaran masuk yang diberikan kepada siswa tersebut.

"Tuduhan ini tak melibatkan mahasiswa NTU. Kami tak memberi toleransi kepada segala bentuk diskriminasi, termasuk rasisme," ujar seorang juru bicara NTU.

"Kami segera menyelidiki masalah ini, dan sebagai hasilnya, kami menarik sebuah penawaran masuk kepada seorang siswa," jelasnya.

Saka, Sancho, dan Rashford menerima perlakuan tak menyenangkan, khususnya di media sosial usai gagal membawa Inggris menjadi juara Piala Eropa 2020. Mereka dianggap sebagai biang kekalahan The Three Lions, dan menjadi sasaran hujatan bernada rasis.

Meski begitu, dukungan juga terus mengalir untuk ketiganya, yang dianggap sudah berani mengambil risiko untuk ikut dalam adu penalti meski masih berusia muda.

(adp/rin)