Bos PSG Juga Jadi Target Spyware Pegasus?

Yanu Arifin - Sepakbola
Kamis, 22 Jul 2021 09:30 WIB
MUNICH, GERMANY - APRIL 06: Nasser Ghanim Al-Khelaifi, President of PSG looks on during a PSG Paris Saint-Germain training session ahead of the UEFA Champions League Quarter Final match against FC Bayern Munich at Allianz Arena on April 06, 2021 in Munich, Germany. (Photo by Alexander Hassenstein/Getty Images)
Bos PSG Nasser Al-Khelaifi. (Foto: (Getty Images)
Paris -

Bos Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, juga menjadi target serangan siber. Spyware Pegasus diklaim mengancamnya juga.

Serangan spyware Pegasus sedang menjadi sorotan internasional. Perangkat lunak peretas buatan perusahaan Israel, NSO Group, itu dijadikan alat penyadap yang disebut supercanggih.

Pegasus bisa mendeteksi lokasi, pesan percakapan, e-mail, hingga merekam dengan kamera dari jarak jauh. Dan hal itu yang kabarnya juga dialami Al-Khelaifi.

Bos PSG itu, yang juga pengusaha Qatar, dilaporkan media Prancis Le Monde menjadi target serangan Spyware Pegasus Dua nomor teleponnya dikabarkan sudah masuk sistem perangkat tersebut.

beIN Media Spport, perusahaan milik Al-Khelaifi, menyebut hal itu memang sudah sering terjadi. Menjadi serangan peretasan diklaim menjadi makanan sehari-hari bos PSG itu.

"Peretasan berbahaya dan ancaman terhadap bisnis kami dan orang-orang kami adalah kenyataan sehari-hari yang mengejutkan bagi grup kami," kata beIN Media Group, dilansir The Athletic.

"Kami mengetahui tentang serangan siber terhadap beIN Sports dan karyawannya oleh entitas tertentu selama bertahun-tahun. Selama ini, beIN telah bergabung dengan advokat hukum dan banyak organisasi internasional untuk memerangi pembajakan dan menegakkan supremasi hukum."

"Namun, serangan canggih terhadap kepentingan dan reputasi kelompok kami juga ditandai dengan kampanye kotor, sabotase komersial, tuntutan hukum palsu, dan serangan siber terhadap ketua kami. Ini hanya beberapa dari ancaman harian terhadap bisnis kami dan orang-orang kami. Tindakan ini memalukan dan sepenuhnya ilegal. Ini bukan urusan politik, seringkali hanya murni spionase komersial terhadap beIN," tulis pernyataan mereka.

(yna/nds)