Apa Kabar Bocah Afghanistan yang Pakai 'Jersey' Plastik Messi?

Bayu Baskoro - Sepakbola
Jumat, 20 Agu 2021 05:00 WIB
Murtaza Ahmadi, bocah Afghanistan yang viral pada 2016 lantaran memakai jersey kantung plastik Lionel Messi.
Murtaza Ahmadi, bocah Afghanistan yang viral karena pakai 'jersey' Lionel Messi dari plastik. (Foto: dok. UNICEF)
Kabul -

Bocah Afghanistan bernama Murtaza Ahmadi sempat viral karena mengenakan kantung plastik bertuliskan Lionel Messi. Bagaimana kabarnya di masa kekuasaan Taliban?

Murtaza menjadi perbincangan di media sosial di tahun 2016. Dia terekam kamera memakai 'jersey' dari kantung plastik bercorak putih biru bertuliskan Messi, plus nomor punggung 10.

Bocah yang saat itu berusia tujuh tahun tersebut memang sangat mengidolakan Messi. Murtaza merupakan anak dari keluarga petani di wilayah Ghazni, Afghanistan, yang hidup serba susah.

"Anak kecil ini suka Messi dan sepak bola. Tidak mungkin kami belikan dia baju, karena saya hanya petani, makanya kakak-kakaknya memutuskan untuk membuatkan dia baju plastik," ujar ayah Murtaza, Arif, dilansir dari Milenio.

Foto Murtaza Ahmadi dengan 'jersey' plastik itu viral dan sampai ke UNICEF. Badan PBB yang fokus pada perlindungan anak-anak tersebut menyampaikannya kepada Lionel Messi yang notabene duta besar UNICEF.

Messi pun memberikan kaus Timnas Argentina bertanda tangan dirinya, serta bola kepada Murtaza. Hadiah itu disambut suka cita oleh Murtaza yang sangat berterima kasih kepada La Pulga.

Hadiah kepada Murtaza tidak hanya sampai di situ. Messi turut mengundangnya menyaksikan langsung pertandingan uji coba Barcelona melawan Al Ahly di Qatar pada 13 Desember 2016.

Murtaza mendapat kehormatan menemani Messi memasuki lapangan pertandingan. Dia tampak memeluk erat pemain idolanya tersebut.

Hidup dalam Ancaman

Murtaza dan keluarga berusaha mencari perlindungan selepas kunjungan mereka ke Qatar. Ayahnya mencoba meminta suaka ke Spanyol, tapi gagal dan membuat mereka terpaksa balik lagi ke Afghanistan.

Situasi semakin memburuk sekembalinya Murtaza sekeluarga ke Afghanistan. Mereka dituding mendapatkan uang banyak dari Qatar, sehingga menimbulkan desas-desus tidak sedap dari lingkungan tempat tinggalnya.

Tidak hanya itu, Murtaza bahkan mendapat ancaman penculikan dari oknum tidak bertanggung jawab. Situasi tersebut, plus serangan Taliban ke Ghazni pada 2018, memaksa Murtaza sekeluarga pindah ke Kabul dan tinggal bersama paman dan sepupunya.

Kehidupan Murtaza di Kabul rupanya tidak lebih baik ketimbang di Ghazni. Dia tidak memiliki teman dan tempat bermain, serta selalu dihantui teror akibat konflik di ibukota Afghanistan tersebut.

"Ada banyak ledakan di mana-mana. Boom. Saya tidak punya tempat untuk bermain. Saya tak punya teman," ujarnya.

Ayah Murtaza kembali mencoba mencari suaka untuk keluarganya, kali ini ke Pakistan dan berharap bisa mencapai Amerika Serikat. Namun, permohonan suakanya lagi-lagi ditolak.

Murtaza Ahmadi dipaksa kembali ke kampung halamannya di tengah krisis Afghanistan. Dia dan keluarganya saat ini menjadi pengungsi selepas Taliban menguasai Kabul pada 15 Agustus 2021.



Simak Video "#Sadseptember, Perasaan Fans Barca Ditinggal Messi dan Griezmann"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/yna)