Ketawa Lihat Jersey Bola Zaman Now? Dulu Malah Ada 'Renda' di Dada!

Tim detikcom - Sepakbola
Jumat, 20 Agu 2021 12:57 WIB
LEUVEN, BELGIUM - JUNE 13: Nana Ichise of Japan runs with the ball during the Womens International Friendly match between Belgium and Japan at Stadium Den Dreef on June 13, 2017 in Leuven, Belgium.  (Photo by Christof Koepsel/Getty Images)
Foto: Christof Koepsel/Getty Images
Jakarta -

Tampilan jersey bola bisa bikin kontroversi, mulai dari caci-maki, ledekan, sampai jadi bahan tertawaan. Sejak dulu pun seperti itu.

Jika dalam beberapa waktu terakhir ada jersey-jersey klub top sepakbola yang diledek mirip kursi bus, papan catur, taplak, atau lebih pas jadi seragam tim voli, dalam sejarahnya ada banyak pula kostum-kostum serupa yang sedemikian mencuri perhatian.

Masih ingat dengan sebuah jersey transparan alias tembus pandang? Klub Inggris Bedale AFC yang baru-baru ini merilisnya.

Selain transparan, jersey ini juga menyertakan sejumlah tanda panah yang menunjuk ke bagian alat vital. Sebenarnya, jersey ini punya misi mulia yakni meningkatkan kepedulian akan kanker prostat.


Bedale AFC tak asing dengan jersey unik. Sebelum ini, mereka juga pernah punya jersey tak biasa lain dengan motif sosis.

CD Palencia, klub divisi bawah Spanyol, juga pernah memperkenalkan jersey "tembus pandang". Jersey musim 2016/2017 ini memperlihatkan bagian dalam tubuh manusia, secara spesifik bagian-bagian otot.

Masih soal tubuh manusia, klub Italia Reggina pun punya jersey serupa pada 2011/2012. Suporter yang membelinya dijamin akan terlihat kekar saat pakai jersey ini.


Tak puas dengan ilusi tubuh kekar? Jersey yang dimiliki klub Spanyol Cultural Leonesa medio 2014 ini malah bisa mengesankan pemakainya bagaikan tamu dalam sebuah acara resmi. Soalnya, jersey ini memang mirip tuksedo.

Dengan jersey lazim memperlihatkan kerja sama klub dengan sponsor, klub top Spanyol Atletico Madrid pun pernah punya sejumlah judul film terpampang di sana. Salah satunya, di tahun 2004, bahkan sampai memunculkan motif jaring laba-laba. Spider-man!

Klub Italia Chievo Verona seperti tak mau kalah. Klub ini bukan bermaksud mengingkari julukannya sebagai Keledai Terbang saat menyertakan corak sisik ular di jersey tahun 2004, tapi karena bagian dari kerja sama dengan film Anaconda.


Seragam tanding nyeleneh juga dimiliki oleh Kamerun. Bahkan cuma satu kali saja. Pada Piala Afrika 2004, mereka mengenakan kostum terusan -- yang mengundang kontroversi sebelum akhirnya dinyatakan melanggar peraturan. Dua tahun sebelum itu mereka pun pakai jersey tanpa lengan ala basket.

Nah, bicara soal jersey unik, satu nama yang rutin muncul adalah Colorado Caribous. Sebuah kostum klasik yang mereka pakai tahun 1978 di kompetisi NASL, sebelum era MSL, masih sangat mencuri perhatian bahkan untuk ukuran masa kini.

Klub yang cuma berusia tidak sampai satu tahun itu punya jersey dengan kerah lebar, logo klub ukuran besar di dada kanan, dan nomor pemain di dada kiri, plus rumbai-rumbai yang melintang di dada.

Jumbai itu tampaknya dimaksudkan untuk bergaya ala koboi, tapi sepintas lalu malah jadi seperti renda-renda yang makin bikin tampilan jersey ini mengundang, paling tidak, senyuman.



(krs/cas)