Duh, Perempuan asal Kuba Mengaku Pernah Diperkosa Diego Maradona

Yanu Arifin - Sepakbola
Selasa, 23 Nov 2021 11:45 WIB
BUENOS AIRES, BUENOS AIRES - MARCH 28: Argentine manager Diego Maradona waves to the fans prior to the 2010 FIFA World Cup South African qualifier match between Argentina and Venezuela at River Plate Stadium on March 28, 2009 in Buenos Aires, Argentina.  (Photo by Photogamma/Getty Images)
Mendiang Diego Maradona. (Foto: (Getty Images)
Havana -

Ada kabar miring soal mendiang Diego Maradona. Legenda Argentina itu dituding memperkosa seorang perempuan asal Kuba.

Mavys Alvarez Rego, perempuan asal Kuba berusia 37 tahun, mengaku pernah dilecehkan oleh Maradona. Itu terjadi ketika Alvarez Rego masih berusia di bawah 20 tahun.

Dilansir NDTV, Alvarez Rego mengaku bertemu Maradona ketika masih berusia 16 tahun. Pada saat itu, Maradona sempat tinggal di Kuba, ketika sedang menjalani rehabilitasi penyalahgunaan narkoba.

Alvarez Rego bercerita, "Saya terpesona, dia mendapatkan saya. Tapi setelah dua bulan, semuanya mulai berubah", katanya.

"Saya mencintainya tetapi saya juga membencinya, saya bahkan berpikir untuk bunuh diri," tambahnya.

Alvarez Rego mengungkapkan, Maradona pernah memaksanya menggunakan kokain. Perempuan yang kini tinggal di Miami itu mengaku juga mengalami pelecehan seksual hingga kekerasan fisik.

Alvarez Rego mengaku menjalin hubungan dengan Maradona selama empat hingga lima tahun. Banyak perlakuan tidak menyenangkan ia rasakan.

Di antaranya pernah ditahan di hotel saat berada di Buenos Aires oleh rombongan Maradona. Alvarez Rego juga dipaksa melakukan operasi pembesaran payudara oleh legenda Timnas Argentina itu. Sementara kasus pemerkosaan ia alami saat berada di kediamannya di Havana.

Alvarez Rego sendiri belum mengajukan pengaduan resmi, tetapi bukti-buktinya akan diserahkan kepada jaksa Argentina di Buenos Aires pekan ini. Itu setelah diajukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Argentina bernama "Yayasan untuk Perdamaian.

LSM itu mengajukan pengaduan, setelah melihat pengakuan Alvarez Rego di media Amerika dalam beberapa pekan terakhir. Pengaduan tersebut, khususnya berkaitan dengan perdagangan manusia, perampasan kebebasan, perbudakan paksa, dan penyerangan.

Alvarez Rego mengatakan, dia berbicara setelah bertahun-tahun diam untuk menyeimbangkan beberapa cerita yang diceritakan dalam serial TV tentang Maradona menjelang peringatan pertama kematiannya pada 25 November.

"Saya telah melakukan apa yang harus saya lakukan. Sisanya saya serahkan ke pengadilan," katanya.

"Saya mencapai tujuan saya: untuk mengatakan apa yang terjadi pada saya. Untuk mencegah hal itu terjadi pada orang lain, atau setidaknya agar gadis lain merasakan kekuatan, keberanian untuk berbicara," ujarnya.

Maradona sendiri sudah meninggal dunia pada November tahun lalu, tepatnya tanggal 25. Ia mengalami gagal jantung di Buenos Aires, dan tutup mata pada usia 60 tahun.

Selama bermain sepakbola, Maradona menjadi salah satu yang terbaik. Ia membantu Argentina menjuarai Piala Dunia 1986, dan sukses di klub Napoli, selain pernah membela Boca Juniors, Barcelona, Sevilla, dan Newell's Old Boys.

(yna/ran)