ADVERTISEMENT

Pelaku Rasisme ke Marcus Rashford Dipenjara

Yanu Arifin - Sepakbola
Rabu, 30 Mar 2022 23:50 WIB
LONDON, ENGLAND - JUNE 13: Gareth Southgate, Head Coach of England speaks with Marcus Rashford of England before he enters the pitch as a substitute during the UEFA Euro 2020 Championship Group D match between England and Croatia at Wembley Stadium on June 13, 2021 in London, England. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)
Marcus Rashford di Euro 2020. (Foto: Catherine Ivill/Getty Images)
London -

Pelaku rasisme ke Marcus Rashford akhirnya diberi sanksi. Seorang pemuda dipenjara karena menyerang striker Timnas Inggris itu di media sosial.

Melansir Standard, Justin Lee Price, dari Worcester, dipenjara selama enam pekan karena terbukti menyerang Rashford dengan kata-kata tak pantas di media sosial. Serangan verbal itu dilakukan usai Timnas Inggris kalah di final Piala Eropa 2020 tahun lalu.

Price sempat membantah telah berperilaku rasis ke Rashford. Namun setelah dicecar polisi, ia mengakuinya.

Pada persidangan di Pengadilan Magistrat Kidderminster, Price akhirnya dihukum. Ia dipenjara selama enam minggu atas perbuatannya melontarkan kata-kata rasis ke Marcus Rashford.

Mark Johnson, jaksa senior CPS West Midlands mengatakan, "Harga yang ditargetkan seorang pesepakbola berdasarkan warna kulitnya dan tindakannya jelas rasis dan kejahatan rasial. Mereka yang melecehkan pesepakbola secara rasial merusak permainan untuk semua," kata Johnson.

"Saya berharap kasus ini mengirimkan pesan kami tidak akan mentolerir rasisme dan pelanggar akan dituntut sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Selain Marcus Rashford, ada dua pemain Timnas Inggris lainnya yang menjadi target serangan verbal fans usai Inggris kalah dari Italia di final Piala Eropa 2020. Mereka adalah Bukayo Saka dan Jadon Sancho.

(yna/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT