Kaka bukan satu-satunya korban penipuan. Ratusan jemaah sebuah Gereja Kristen Konservatif Evangelis di Brasil itu juga bernasib sama.
Kasus ini sebenaranya sudah muncul beberapa bulan lalu menyusul dakwaan pengadilan setempat pada pasangan Estevam Hernandes Filho dan Sonia Haddad yang merupakan pemimpin gereja tersebut. Keduanya masing-masing dihukum lima bulan karena menggelapkan dana sumbangan jemaahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kaka merupakan salah satu penyumbang tetap di gereja tersebut. Setiap tahun suami Carolina itu selalu menyisihkan sebagian pendapatannya untuk disumbangkan dengan total dana yang sudah dia donasikan dikabarkan mencapai US$ 1.000.000 (sekitar Rp 9,4 miliar)
Kepolisian setempat sudah memanggil Kaka untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Gelandang AC Milan peraih penghargaan pemain terbaik dunia itu diyakini polisi punya hubungan dekat dengan kedua pelaku.
Pengadilan juga sudah mengirim surat pertanyaan pada Kaka sejak September lalu namun belum dibalas hingga kini.
"Dia tidak pernah menerima permintaan dari otoritas di Brasil," ungkap jurubicara Kaka, Diogo Kotscho, yang juga meminta kliennya dihargai dan tidak dihukum karena keyakinan yang dipeluknya.
(din/a2s)










































