Bentley Pernah Keranjingan Judi

Bentley Pernah Keranjingan Judi

- Sepakbola
Jumat, 11 Apr 2008 05:54 WIB
Bentley Pernah Keranjingan Judi
London - Gelandang Blackburn Rovers David Bentley rupanya pernah terjerat kelamnya dunia perjudian. Untungnya dia bisa keluar dengan "selamat", salah satunya berkat curhat-curhatan dengan sang kekasih.

Memulai karir bersama Arsenal, Bentley didapuk sebagai salah satu pemain muda penuh talenta. Setelah karirnya sedikit seret, dia kini kembali bersinar bersama Rovers dan lantas mendapat panggilan ke tim senior Inggris.

Akan tetapi, siapa mengira kalau di awal karirnya pemain kelahiran Peterborough, Inggris 27 Agustus 1984 tersebut pernah sedemikian gandrungnya dengan dunia judi. "Aku mencintainya. Aku masih 14 tahun ketika pertama kali menyambangi lokasi judi. Aku terseret ke dalamnya," ungkap Bentley kepada Setanta Sports yang dikutip AFP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari perkenalan pertamanya dengan dunia tersebut, Bentley mengaku kian kecanduan seiring dengan menanjaknya karir dan pendapatan dirinya di dunia sepakbola. Bukan hanya satu macam judi tapi, "Balap kuda, balap anjing, poker online, taruhan bingo, semuanya."

"Anda bisa mendapat sejumlah uang dan kemudian langsung menandaskannya. Aku terbangun di pagi hari dan hal pertama di benakku adalah berjudi, bukan sepakbola. Aku sampai ke titik di mana yang aku inginkan hanyalah berjudi," kenang dia.

Dari aktivitasnya beradu nasib dan peruntungan itu, Bentley juga menambahkan kalau dirinya tak pernah merasa puas. Dia hanya ingin terus menghamburkan uang yang sudah diperolehnya dengan berpeluh keringat di lapangan hijau, di atas meja judi.

"Tergantung ada berapa balapan hari itu. (Aku) bisa (keluar uang) 50 sampai 100 (poundsterling). Itu benar-benar lelucon. Semua yang bisa, (akan) kupertaruhkan."

Meski sudah sedemikian dalam tenggelam dengan perjudian, Bentley rupanya masih sadar kalau hal itu bisa membuatnya kehilangan semua yang sudah diraihnya dengan susah payah. "Aku tak mau kembali ke tempatku dulu, dengan tanpa tersisa apa-apa (sepeser pun)," kilas pemain yang sudah menorehkan empat caps buat timnas Inggris itu.

Secercah kesadaran itu, plus rasa cintanya terhadap sepakbola, kemudian turut diperkuat dengan kehadiran kekasih yang jadi tempat curahan hati Bentley. Lewat sebuah pembicaraan nan emosional, kegemaran judi pun akhirnya dicampakkan.

"Sulit menghentikannya, namun untungnya aku bisa keluar. Kalau Anda ingin ada di puncak, ya kecanduannya haruslah kepada sepakbola. Aku duduk dengan pacarku dan dia bilang aku harus berhenti (berjudi). Anda harus mengevaluasi hidupmu dan aku bilang pada diri sendiri kalau aku harus menyetopnya. Itu hal yang teramat berat," tandas pemain yang digadang sebagai "Beckham Baru" itu.

Kata Rhoma Irama dalam salah satu lagunya, judi itu memang sekadar menjanjikan kemenangan dan kekayaan padahal meracuni kehidupan, sebagaimana yang dirasakan Bentley. Yah, semoga jangan kembali jadi budak judi lagi, Bentley.

(krs/arp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads