Cerita bermula ketika harian Libero edisi Jumat (9/5/2008) melansir berita bahwa Figo menabrak seekor kucing yang berada di sekitar kompleks pelatihan Inter dengan mobilnya. Buat yang percaya mitos, konon menabrak kucing hingga mati akan memberi nasib buruk buat pelakunya -- apalagi ini kucing berwarna hitam.
Nah, sebuah grup aktivis hak-hak binatang di Italia bukan mempersoalkan mitos yang dekat dengan tahayul itu, melainkan perbuatan Figo yang menyebabkan si kucing kehilangan nyawanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu dari mereka mengatakan: "Figo, kamu telah membunuh seekor kucing hitam. Seluruh dunia jijik padamu!"
Seorang lainnya menambahkan: "Figo, kamu memalukan Inter. (Tuntut) Keadilan untuk kucing itu." Demikian dilansir kantor berita Ansa yang dikutip situs AFP.
Benarkah Figo seorang "pembunuh"? Ia tegas-tegas menyangkal laporan itu. Dalam situs resmi Inter ia malah meminta pertanggungjawaban Libero sebagai pihak yang menyiarkan kabar tak benar.
"Sama sekali tidak benar. Saya ingin mereka minta maaf, atau saya akan mengambil langkah-langkah hukum," kata dia. Inter juga mengklaim rasa kemanusiaan Figo amat terluka oleh tuduhan palsu tersebut. (a2s/a2s)











































