Pele \'Lahir\' di Swedia (1958)

ADVERTISEMENT

Pele 'Lahir' di Swedia (1958)

- Sepakbola
Rabu, 30 Des 2009 07:00 WIB
Jakarta - Seorang bernama Pele "lahir" di Swedia di gelaran Piala Dunia 1958. Dalam usia yang masih sangat muda ia memperkenalkan diri sebagai pemain berbakat besar, dan kelak ia diakui sebagai pemain terbesar.

Brasil menempati Grup 4 Piala Dunia 1958 yang juga diisi Inggris, Uni Soviet dan Austria. Partai Brasil kontra Uni Soviet merupakan penentu siapa juara grup karena sebelum berduel kedua tim sama-sama mempunyai nilai 3. Brasil, yang belum pernah kebobolan di dua pertandingan awal, menang 3-0 atas Austria dan menahan seri Inggris 0-0. Sedangkan Uni Soviet bermain imbang 2-2 lawan Inggris dan unggul 2-0 dengan Austria.

Tim 'Samba' tidak pernah menurunkan Pele hingga pertandingan terakhir grup melawan Uni Soviet. Pele dimainkan sejak awal lawan Uni Soviet. Dia memang gagal menyumbang gol, tapi dua gol Vava membuat Brasil menang 2-0. Selecao jadi juara grup dan Uni Soviet harus puas sebagai runner up.

Pada pertandingan itu Pele dinobatkan sebagai pemain termuda di turnamen Swedia 1958. Ketika itu ia pun menjadi pesepakbola paling muda sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia. Permainan rekan Pele, Garrincha, cukup memukau publik Gothenburg saat itu karena pertunjukan menggiring bolanya.

Tak perlu dipertanyakan, pertandingan perempat final paling menarik kala itu terjadi di Gothenburg antara Brasil dan Wales. Tanpa penyerang Juventus John Charles yang cedera, pertahanan Wales dikurung Brasil yang tampil lebih baik. Akhirnya Pele mencetak gol pertamanya di Piala Dunia di menit ke-66. Gol itu satu-satunya di partai itu sekaligus membuatnya sebagai pencetak gol termuda Piala Dunia dengan umur 17 tahun 239 hari. Pele sendiri belakangan menggambarkan gol itu paling penting selama karirnya.

Melawan Prancis pada semifinal di Stadion Rasunda (Solna) lima hari berikutnya, Brasil memimpin 2-1 pada paruh pertama. Brasil membuka gol di menit kedua melalui gol Vava sebelum Fontaine menyamakan tujuh menit kemudian. Didi menjebol gawang Claude Abbes enam menit sebelum istirahat.

Pele mengukir sejarah di babak kedua sebagai pembuat hat-trick paling muda di Piala Dunia. Rekor ini belum pecah sampai sekarang. Ia melakukannya hanya dalam 23 menit, yakni menit ke-52, 64 dan 75. Prancis memperkecil kedudukan menjadi 5-2 lewat gol Roger Piantoni (83’).

Brasil pun lolos ke final Piala Dunia 1958 di Stadion Rasunda untuk menantang tuan rumah Swedia yang mengalahkan Jerman Barat 3-1.

(a2s/arp)

ADVERTISEMENT