Intervensi Sang Pangeran (1982)

Intervensi Sang Pangeran (1982)

- Sepakbola
Rabu, 30 Des 2009 07:20 WIB
Jakarta - Kuwait tampil di putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya ketika digelar di Spanyol tahun 1982. Mereka didukung pangeran negeri tersebut, yang bahkan "mendampingi" mereka sampai di tengah lapangan, di depan wasit.

Bergabung di Grup 4, Kuwait diapit tiga negara Eropa, yakni Cekoslovakia, Prancis dan Inggris. Usai menahan imbang Cekoslovakia 1-1 di laga perdana, Kuwait berhadapan dengan Prancis pada 21 Juni 1982 di Stadion Jose Zorrilla (Valladolid). Sebelumnya Les Bleus kalah 1-3 dari Inggris, yang dua gol diantaranya dibuat Bryan Robson.

Lebih dari 30.000 penonton menyaksikan Platini dkk masih unggul 3-1 setelah gol Al-Balushi (Kuwait) di menit 75. Kemudian gelandang Alain Giresse menjaringkan gol keempat Prancis di saat para bek Kuwait hanya terdiam dan membiarkan Giresse memasukkan bola ke gawang kiper mereka, Al-Tarabulsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah gol Giresse disahkan dan Prancis dinyatakan unggul sementara 4-1, semua pemain belakang Kuwait mengajukan protes kepada wasit asal Uni Soviet, Miroslav Stupar. Alasannya, mereka mendengar wasit meniup peluit sebelum gol sehingga mereka berhenti.

Setelah tertunda sekitar 15 menit, Presiden Asosiasi Sepakbola Kuwait (KFA) Sheikh Fahid Al-Ahmad Al-Sabah bangkit dari podium VIP stadion. Sheikh Al-Sabah, yang terbunuh dalam invasi Irak ke Kuwait (1990), turun ke lapangan pertandingan dan menghampiri wasit.

Sheikh Al-Sabah membela pemainnya dan memprotes keras wasit. Dia meminta wasit untuk membatalkan gol Giresse. Dia juga akan menyuruh seluruh pemainnya untuk keluar dari lapangan jika permintaannya tidak dikabulkan.

Wasit akhirnya mengubah keputusannya dan melakukan apa yang diminta sang pangeran. Tim Kuwait pun kemudian setuju untuk melanjutkan pertandingan hingga selesai. Sedangkan kubu Prancis tidak paham mengapa gol pemain mereka dianulir begitu saja.

Prancis akhirnya tetap memenangi laga dengan skor 4-1. Maxime Bossis β€œmenggantikan” gol Giresse di menit 90.

Kejadian di atas merupakan kali pertama dalam sejarah Piala Dunia di mana seseorang meminta wasit untuk membatalkan gol. Dalam pertandingan itu Stupar sudah menganulir lima gol Prancis, paling banyak karena offside.

Baru diketahui, suara peluit yang didengar para pemain belakang Kuwait bukanlah dari wasit, melainkan dari tribun penonton di belakang gawang Al-Tarabulsi.

Setelah pertandingan, Stupar kehilangan amanat menjadi pengadil di pertandingan internasional. Sang petinggi kerajaan Kuwait menerima ganti rugi Β£8.000 dari FIFA, tetapi uang senilai itu dinilai kecil bagi salah satu orang terkaya di dunia itu. (a2s/arp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads