Dengan kemenangan tersebut, PSIS naik ke posisi ke 14 dengan 13 poin. Sedangkan Deltras semakin terpuruk di posisi tiga terbawah.
PSIS langsung menekan Deltras sejak dimulainya babak pertandingan. Ancaman pertama datang dari tendangan jarak jauh Ilham Nugroho yang masih dapat ditangkap dengan mudah oleh Mukti Ali Raja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PSIS terus menekan melalui Gaston Castano dan pemain pengganti Salomon Bengondo, namun suksesnya perangkap offside yang diterapkan Deltras membuat kedudukan tetap 0-0 hingga turun minum.
Tidak mau gagal meraih poin di depan publik sendiri, tim Mahesa Jenar langsung mengambil inisiatif serangan di babak kedua. Deltras pun kecolongan di menit 58.
Tusukan dari sayap kiri yang dilakukan Bengondo diteruskan dengan sebuah umpan crossing yang salah diantisipasi oleh Dwi Joko. Bola yang seharusnya dibuang ke luar garis malah menyentuh tangan. Wasit pun dengan sigap menunjuk titik putih. Gastan Castano yang ditunjuk sebagai algojo sukses memperdaya Mukti. 1-0 untuk tim tuan rumah.
Setelah gol tersebut, The Lobster berbalik menekan PSIS. Namun peluang emas melalui kaki gelandang senior Marwal Iskandar pada menit ke 61 terlalu lemah untuk menjadi gol.
Unggul satu gol tidak membuat klub kebanggaan kota Semarang ini mengendurkan serangan. Peluang emas didapat melalui kaki Castano, penyerang Argentina ini tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Mukti, namun tendangannya ke pojok kanan atas gawang masih dapat dijangkau mantan punggawa Persija ini. Tidak ada satu gol pun tercipta hingga peluit panjang ditiupkan dan PSIS pun mengamankan tiga angka dengan kemenangan 1-0 itu.
(ian/ian)











































