Bertanding dengan dukungan penuh publik Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia memegang kendali permainan dan memiliki banyak peluang. Akan tetapi penyelesaian akhir yang baik menjadi masalah bagi para pemain.
Bendol mengakui bahwa anak-anak asuhannya bermain di bawah form. "Dalam 90 menit kami menguasai pertandingan, tapi kami tidak bisa mencetak gol. Banyak kesalahan passing yang dilakukan oleh para pemain, padahal passing itu adalah hal yang dasar dalam sepakbola. Walaupun begitu, saya puas pada penampilan anak-anak malam ini," tandas Bendol kepada para wartawan, Selasa (9/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua gol yang bersarang di gawang Indonesia terjadi akibat kesalahan dalam mengantisipasi set-piece para pemain Singapura. Namun bagi Bendol itu hal biasa.
"Hal ini biasa terjadi dalam sepakbola, walaupun pemain berusaha mengatisipasinya, tapi mereka mampu memanfaatkan dua peluang set piece yang mereka miliki dan gol pun terjadi," pungkasnya.
Bendol juga memuji strategi yang dipakai oleh pelatih Singapura, Radojko Avramovic, dalam pertandingan tersebut. Ia mengakui strategi defensive dan sesekali melakukan counter attack sangat merepotkan timnya.
"Saya telah mengantisipasi strategi mereka. Namun Singapura bermain sangat baik, bertahan baik di lapangan tengah dan mereka bermain hanya dengan melakukan counter attack. Mereka tenang dalam bermain dan bagus dalam bertahan."
Soal tiadanya rotasi bagi para pemain di pertadingan penyisihan grup ini, pelatih bertubuh tambun ini menganggap hal itu sebagai sebuah dilema tersendiri .
"Ini buah simalakama. Kalau saya melakukan rotasi, dan kita kebobolan banyak gol, pasti Anda akan cerca saya. Ini bukan uji coba, ini adalah pertandingan sesungguhnya," tukas Bendol dengan nada sedikit tinggi.
Dengan hasil ini Indonesia harus puas menjadi runner-up grup dengan poin enam dari tiga pertandingan. Kemungkinan besar di semifinal Charis Yulianto dkk akan bertemu Thailand.
Juga kekalahan ini menambah panjang sejarah buruk Indonesia melawan Singapura. Dari lima pertemuan terakhir, hasil terbaik yang dipetik skuad "Merah Putih" adalah satu kali seri. Sisanya berakhir dengan kekalahan.
(a2s/arp)











































