Adhyaksa tidak termasuk di antara mereka yang pesimistis dengan impian tersebut. "Bangsa yang paling miskin adalah bangsa yang bahkan tidak sanggup bermimpi," ujar Adhyaksa berapi-api dalam acara peluncuran bidding Indonesia di Hotel Ritz Carlton, SCBD Jakarta, Senin (9/2/2009).
Adhyaksa Dault meminta ide ini disambut dengan baik oleh publik. Di sisi lain, pria berkumis itu memberi jaminan bahwa Pemerintah, khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, akan memberi dukungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia akan 'dijepit' oleh negara-negara yang secara faktual lebih layak menggelar Piala Dunia. Tercatat ada Australia, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Qatar, Inggris, Belanda-Belgia, Spanyol Portugal dan Rusia yang berminat jadi tuan rumah.
Melihat rival yang di atas kertas lebih kuat, Adhyaksa meminta bangsa Indonesia jangan berkecil hati. "Meskiko dan Brasil, yang keadaannya tidak jauh berbeda dari kita, sudah dua kali jadi tuan rumah. Indonesia pasti bisa lebih baik," ujarnya bersemangat.
Pesimisme melihat rencana pencalonan diri ini memang wajar merebak. Sebagai contoh, kompetisi lokal pun masih morat-marit. Karena itu Adhyaksa meminta PSSI melakukan perbaikan-perbaikan.
"Karena kita akan bermain di Piala DUnia, siapkan pemain-pemain yang baik. Benahi sistem yang ada dan benahi juga kompetisi," tandasnya.
Di akhir diskusi, Adhyaksa berpesan, "Kita semua boleh berencana, tetapi Tuhan juga yang menentukan."
(arp/a2s)











































