Memasuki putaran kedua ISL musim ini, Persitara terus menuai hasil buruk dengan tanpa kemenangan di tiga laga awal fase kedua ini. Mereka dua kali bermain imbang dan sekali kalah.
Kemenangan perdana akhirnya mereka rebut di Lebak Bulus, Rabu (18/2/2009), dengan menyungkurkan PSM. Kemenangan jelas disambut suka cita oleh seluruh armada tim asal Jakarta Utara itu mengingat berbagai masalah yang mendera klub itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dadang menambahkan kalau kunci kemenangan timnya kali ini terletak pada strategi lapangan tengah yang mereka mainkan. "Saya tekankan pada anak-anak, kalo lapangan tengah harus dikuasai. Saat memegang bola, kita harus langsung possesion dan begitu kehilangan bola jangan sampai pemain PSM memegang bola telalu lama. Tekan mereka terus."
Menyoal formasi 3-4-3 yang digunakan Rahmat Rivai dkk yang baru digunakan di putaran kedua ini, Dadang menyebutnya sebagai sebuah "inovasi baru" yang lahir lewat hasil ujicoba saat menang 4-1 melawan PSIS di laga 24 Besar Copa Indonesia 8 Februari lalu.
"Ini merupakan formula baru, pelatih mencoba menempatkan Banaken Bosso mendampingi Kabir Bello di depan. Dan ternyata berhasil, dan ini akan dicoba pada laga-laga selanjutnya," ungkap Dadang.
Perjalanan Persitara di ISL 2008 akan berlanjut melawan PKT Bontang, Sabtu (21/2/2009), yang kembali digelar di Stadion Lebak Bulus.
"Untuk laga lawan PKT nanti, siapa-siapa yang turun akan dilihat kondisi terakhirnya. Masih ada waktu untuk pembenahan," tutup Dadang.
(krs/krs)











































